Dimana kita apabila diuji.Bagaimana kita bila diuji.Itulah yang membezakan antara kita.Detik hati pertama itulah yang membezakan antara kita.Ada yang terus menyumpah seranah itu dan ini hingga puas.Ada yang marah tapi setelah itu beristighfar kembali pada Tuhannya.Ada yang terus tersenyum dan berlapang dada.Dan itulah yang sebaiknya.fa sabrun jamil~
Selasa, 30 Oktober 2012
Berlapanglah
Jangan Tinggalkan Muhasabah
Keinginan untuk berbuat benar serta upaya agar hari-hari yang dilalui menjadi semakin baik, kalah melawan musuh-musuh perampok umur, hawa nafsu, setan, dan kesenangan dunia. Hingga tubuh yang bertambah uzur, tak juga menambah amalan luhur. Ia gugur bersama kemestian berakhirnya nafas yang tak lagi teratur. Kaku membujur di liang kubur.
Ahlul ghurur adalah mereka yang terjerumus dalam perangkap mematikan; lalai melakukan muhasabah dalam hidup. Mereka acuh karena merasa tidak butuh. Padahal ialah salah satu penjamin kebaikan bagi manusia, insyaallah. Hingga ahlul ghurur abai akan pengumpulan bekal untuk menghadap Sang Khalik di alam kekal, nanti, meski hari terus berganti dan berlari.
Menutup mata dari akibat sebuah perbuatan adalah salah satu ciri mereka. Mereka lupa atau tidak tahu bahwa setiap apa yang dilakukan manusia akan kembali pada dirinya sendiri dalam wujud balasan yang setimpal. Baik maupun buruk, sedikit maupun banyak, serta tersembunyi maupun tampak. Allah Mahaadil dan tidak ada satu perbuatan pun yang tidak berbalaskan. Dan kebaikan tidak akan pernah sama dengan keburukan, sekecil apapun.
Ciri yang lain adalah larut dalam keadaan. Tidak berdaya mempertahankan prinsip kebenaran sebab mengandung risiko. Sekedar menjadi penggembira, tertawa bersama yang lain meski harus acuhkan batin yang merintih. Mereka ingin hidup ‘aman’ dan ‘nyaman’. Tak inginkan celaan, makian, umpatan, dan penolakan karena kesemuanya sangat menyakitkan. Dan itu bermakna, bagi mereka, meminimalisasi gangguan dari lingkungan sekitar. Sehingga larut dalam keadaan menjadi sebuah keharusan. Bukankah tidak ada yang perlu ditakutkan jika kita mengikut dan menjadi serupa dengan yang lain? Ia adalah sebuah kawasan nyaman, comfort zone!
Terlalu mengandalkan ampunan Allah adalah tanda berikutnya. Meski selintas tidak ada yang salah dengan keyakinan bahwa Allah Maha Pengampun, bahkan untuk kesalahan sebanyak buih di lautan, tetapi mengandalkannya secara berlebihan menjadi kontraproduktif. Tidak seimbang menyertakan fakta selainnya, bahwa Allah juga Mahaadil dan Mahacepat hisabNya.
Dengan semua tanda ini, ahlul ghurur mudah jatuh dalam lembah dosa, sebab yang hak dan batil tampak serupa. Kemudian menikmati hidup dalam gelimang kesia-siaan berkepanjangan, hingga sulit berpisah ketika kebenaran terkadang datang menyapa, karena sudah menjadi kebiasaan . Tapi, benarkah kehidupan seperti ini yang kita inginkan? Wa iyyadzubillah.
Kemiskinan Hamba
Sebab Allah tidak berhajat kepada berbilang jumlah untuk menambah gagah, menghindari sedikitnya para penghamba. Atau menampakkan kemuliaan dari terpuruknya kehinaan. Allah juga tidak butuh rizki dan kemanfaatan dari hamba-hambaNya. Karena sungguh, Dia-lah Raziq, Pemilik semua rizki tanpa kecuali, dalam kekuatan dan keperkasaan. Di kerajaanNya, Dia Esa, Tunggal, Satu dan Sendiri, tanpa anak, sekutu atau penolong sebab semua itu tidak perlu. Juga tak layak bagi-Nya!
Sedang manusia berkebalikan keadaannya: miskin dan tidak punya apa-apa. Dalam kesendirian yang memustahilkannya bisa memberi kebaikan, juga memudharatkan pihak lain, dia memerlukan pihak lain untuk mencukupi, menutupi, atau membantu kemiskinannya. Karena tanpanya, manusia tidak mampu berbuat apa-apa. Karena dia miskin dalam arti sebenarnya.
Sebenarnya, inilah rahasia dari berbagai kebaikan antar manusia. Mereka saling berbuat baik, bukanlah tanpa pamrih, namun menyimpan maksud untuk menolong diri sendiri. Kebaikan yang mereka jadikan wasilah untuk mengambil manfaat dan menolak madharat bagi diri sendiri, cepat ataupun lambat. Sehingga mereka menjadi pemilih. Hanya kepada pihak-pihak yang bisa diharapkan balasannya, mereka berbuat baik. Sedang kepada yang lainnya lagi, mereka enggan dan berpaling.
Padahal di sinilah kesalahan asasi telah disandarkan. Membangun istana sesal dan kecewa sebab manusia seringkali ingkar janji dan berfluktuasi dalam menjalin relasi emosi. Selain bisa saja balasan yang diharapkan, meski sekadar ucapan terima kasih, nihil adanya, semua hubungan antar mereka tidak ada yang permanen dan stabil. Siapa yang terlihat mampu hari ini, bisa jadi jatuh di kemudian hari. Juga siapa yang memuaskan sekarang, bisa saja mendatangkan amarah dan dendam di masa datang.
Maka tidak ada yang lebih baik selain menyerahkan semuanya kepada Allah. Berharap Dia-lah yang menerima kebaikan kita menjadi amal shalih, meski untuk itu kita harus membuang keinginan beroleh balasan dari sesama manusia. Tugas kita hanyalah menjadi hamba yang baik, yang ikhlas dan yakin, bahwa kebaikan yang kita lakukan, apapun balasan orang lain atasnya, sebenarnya adalah kebaikan untuk diri kita sendiri. Yang Allah pasti akan melihat dan mendengarnya, kemudian membalasinya secara adil.
Tapi kenapa kita selalu mengulang kesalahan itu? Mengharap manfaat kepada selain Allah, padahal mereka tidak akan pernah bisa dan mampu. Dan hanya yang berfikir yang akan tahu, bahwa Allah-lah sebenar-benar tempat bersandar dan berharap!
Sebuah Gerbang untuk Pulang
| Wajah mana yang akan kita bawa menghadap Allah, kelak, jika lumuran dosanya yang mengerak membuatnya tak rupawan lagi? Sedang hati kita pun tak lagi bersih karena tertutup debu-debu maksiat. Juga pilihan sikap yang tepat untuk menutupi pengingkaran nikmat kita siang malam, sepanjang usia kita di dunia, di perjumpaan nanti. Atau kita malah mengharapkannya tidak terjadi, hal yang mustahil adanya? |
Permulaannya bernama taubat. Gerbang pulang untuk pembebasan sejati yang menyucikan. Meluruhkan noda-noda dosa yang pernah ada, dan memberi kemampuan kita untuk tengadah mengaku salah. Inilah satu-satunya pilihan sebab menjadi tanpa cela adalah kemustahilan, sedang tidak ada yang bisa menghapuskan kecuali Dia Yang Maha Pengampun dan Penyayang.
Sayang, kita seringkali merasa tidak membutuhkannya. Padahal tiada yang lebih penting daripada keyakinan akan terhapusnya kesalahan, atau minimal, berkurangnya beban jiwa yang menyiksa ini. Bahkan jauh sebelum menemui Allah, karena rasa itu menekan malam-malam kita di sini, di dunia ini.
Pada yang membutuhkan, banyak juga yang kebingungan. Taubat bergerak lambat saat tak ada lagi pilihan berkelit. Terlantun dari bibir yang sendirian serupa wasiat taubat dari hamba yang tidak memahaminya, meski bertebaran dan berulang-ulang. Taubat yang tidak memiliki akar penjiwaan dan tak mampu mengendalikan. Berakhir hampa karena menjadi sia-sia.
Karena taubat haruslah berdasar pada kesadaran. Bahwa kita sebagai hamba tak akan pernah mampu menjalankan kewajiban dan memenuhi hak Allah dengan semestinya. Terlalu banyak kekurangan, terlalu sering kita melalaikan, terlalu jauh dari standar kelayakan. Dan maksiat yang bertimbun-timbun, membuahkan ketakutan akan akibat buruknya yang pasti menanti, menjauhkan kita dari kehidupan yang berlimpah berkah, rahmah, dan maghfirah. Kehidupan yang gelisah!
Kesemuanya menuntun kita pada keinginan untuk menebus dan menghapus kesalahan. Agar kita tidak termasuk mereka yang terancam kemurkaan dan kehinaan, serta siksaan abadi yang pasti adanya. Sebab jika tidak, rasa sakitnya dosa menyesakkan dada. Menyempitkan jiwa akan keluasan ampunan Allah, memungkinkan kita melakukannya berulang kali hingga kepada keadaan rumit yang sulit dilepaskan.
Biarkan rasa sakit itu membimbing kita mencari jalan pertaubatan. Biarkan rasa sesal dan kecewa akan kegagalan memaknai hari-hari ini menerangi prosesnya. Dan biarkan semuanya berangkat dari kesadaran kita akan pentingnya taubat. Sebuah kebutuhan tak terkira yang sering kita lupakan. Ya Allah, bimbinglah kepulangan hamba dengan taubat yang Engkau terima![]
MLM dalam Pandangan Islam
Pengertian MLM
MLM adalah sistem penjualan yang memanfaatkan konsumensebagai tenaga penyalur secara langsung. Sistem penjualan ini menggunakan beberapa level ( tingkatan) di dalam pemasaran barang dagangannya.
Promotor (upline) adalah anggota yang sudah mendapatkan hak keanggotaan terlebih dahulu, sedangkan bawahan (downline) adalah anggota baru direkrut oleh promotor.
Komisi yang diberikan dalam pemasaran berjenjang dihitung berdasarkan banyaknya jasa distribusi yang otomatis terjadi jika bawahan melakukan pembelian barang. Promotor akan mendapatkan komisi tertentu sebagai bentuk balas jasa atas perekrutan bawahan.
Harga barang yang ditawarkan di tingkat konsumen adalah harga produksi ditambah komisi yang menjadi hak konsumen karena secara tidak langsung telah membantu kelancaran distribusi. (http://id.wikipedia.org)
Untuk menjadi keanggotaan MLM, seseorang biasanya diharuskan mengisi formulir dan membayar uang dalam jumlah tertentu dan kadang diharuskan membeli produk tertentu dari perusahaan MLM tersebut, ada juga yang tidak mensyaratkan pembelian. Pembayaran dan pembelian produk tersebut sebagai syarat untuk mendapatkan point. Point bisa didapatkan melalui pembelian atau dari jumlah anggota yang berhasilk direkrut.
Transaksi jual beli dengan menggunakan dengan sistem MLM hukumnya haram. Alasan-alasannya adalah sebagai berikut :
Alasan Pertama :
Di dalam transaksi dengan metode MLM,seorang anggota mempunyai dua kedudukan :
Kedudukan Pertama : sebagai pembeli produk, karena dia membeli produk secara langsung dari perusahaan atau distributor. Pada setiap pembelian, biasanyadia akan mendapatkan bonus berupa potongan harga.
Kedudukan Kedua : sebagai makelar, karena selain membeli produk tersebut, dia harus berusaha merekrut anggota baru. Setiap perekrutan dia mendapatkan bonus juga.
Pertanyaannya adalah bagaimana hukum melakukan satu akad dengan menghasilkan dua akad sekaligus, yaitu sebagai pembeli dan makelar ?
Dalam Islam hal itu dilarang, ini berdasarkan hadist-hadist di bawah ini :
1. Hadits Abu Hurairah, ra bahwasanya ia berkata :
<h2>نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعَتَيْنِ فِي بَيْعَةٍ</h2>
“Nabi Saw, telah melarang dua pembelian dalam satu pembelian.”
( HR Tirmidzi, Nasai dan Ahmad. Berkata Imam Tirmidzi).
Imam Syafi’I berkata tentang hadist ini, sebagaimana dinukil Imam Tirmidzi :Yaitu jika seseorang mengatakan: “Aku menjual rumahku kepadamu dengan harga sekian dengan syarat kamu harus menjual budakmu kepadaku dengan harga sekian. Jika budakmu sudah menjadi milikku berarti rumahku juga menjadi milikmu. “ ( Sunan Tirmidzi, Beirut, Dar al Kutub al Ilmiyah, Juz : 3, hlm. 533 )
Kesimpulannya bahwa melakukan dua macam akad dalam satu transaksi yang mengikat satu dengan yang lainnya adalah haram berdasarkan hadist di atas.
2. Hadist Abdullah bin Amr, bahwasanya Rasulullah saw bersabda :
<h2>لَا يَحِلُّ سَلَفٌ وَبَيْعٌ وَلَا شَرْطَانِ فِي بَيْعٍ وَلَا رِبْحُ مَا لَمْ تَضْمَنْ وَلَا بَيْعُ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ</h2>
“Tidak halal menjual sesuatu dengan syarat memberikan hutangan, dua syarat dalam satu transaksi, keuntungan menjual sesuatu yang belum engkau jamin, serta menjual sesuatu yang bukan milikmu.” ( HR Abu Daud )
Alasan diharamkannya transaksi seperti ini adalah tidak jelasnya harga barang dan menggantungkan suatu transaksi kepada syarat yang belum tentu terjadi.( al Mubarkufuri, Tuhfadh al Ahwadzi, Beirut, Dar al Kutub al Ilmiyah, Juz : 4, hlm. 358, asy Syaukani, Nailul Author, Riyadh, Dar an Nafais, juz : 5, hlm: 173 )
Alasan Kedua :
Di dalam MLM terdapat makelar berantai. Sebenarnya makelar (samsarah) dibolehkan di dalam Islam, yaitu transaksi dimana pihak pertama mendapatkan imbalan atas usahanya memasarkan produk dan usaha mempertemukannya dengan pembeli.
Adapun makelar di dalam MLM bukanlah memasarkan produk, tetapi memasarkan komisi. Maka, kita dapatkan setiap anggota MLM memasarkan produk kepada orang yang akan memasarkan dan seterusnya, sehingga terjadilah pemasaran berantai. Dan ini tidak dibolehkan karena akadnya mengandung gharar dan spekulatif.
Alasan Ketiga :
Di dalam MLM terdapat unsur perjudian, karena seseorang ketika membeli salah satu produk yang ditawarkan, sebenarnya niatnya bukan karena ingin memanfaatkan atau memakai produk tersebut, tetapi dia membelinya sekedar sebagai sarana untuk mendapatkan point yang nilainya jauh lebih besar dari harga barang tersebut. Sedangkan nilai yang diharapkan tersebut belum tentu ia dapatkan.
Alasan Keempat :
Didalam MLM banyak terdapat unsur gharar (spekulatif)atau sesuatu yang tidak ada kejelasan yang diharamkan Syariat, karena anggota yang sudah membeli produk tadi, mengharap keuntungan yang lebih banyak, tetapi dia sendiri tidak mengetahui apakah berhasil mendapatkan keuntungan tersebut atau malah merugi.
Dan Nabi Muhammad saw sendiri melarang setiap transaksi yang mengandung gharar, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra bahwasanya ia berkata :
<h2>نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْحَصَاةِ وَعَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ</h2>
“ Rasulullah saw melarang jual beli dengan cara al-hashah (yaitu: jual beli dengan melempar kerikil) dan cara lain yang mengandung unsur gharar (spekulatif). “ ( HR Muslim,no: 2783 )
Alasan Kelima :
Sistem MLM bertentangan dengan kaidahAl Ghunmu bi al Ghurmi, yang artinya bahwa keuntungan itu sesuai dengan tenaga yang dikeluarkan atau resiko yang dihadapinya. Di dalam MLM ada pihak-pihak yang paling dirugikan yaitu mereka yang berada di level-level paling bawah, karena merekalah yang sebenarnya bekerja keras untuk merekrut anggota baru, tetapi keuntungannya yang menikmati adalah orang-orang level atas.
Alasan Keenam :
Sebagian ulama mengatakan bahwa transaksi dengan sistem MLM mengandung riba riba fadhl,karena anggotanya membayar sejumlah kecil dari hartanya untuk mendapatkan jumlah yang lebih besar darinya, seakan-akan ia menukar uang dengan uang dengan jumlah yang berbeda. Inilah yang disebut dengan riba fadhl (selisih kuantitas). Begitu juga termasuk dalam katagori riba nasi’ah, karena anggotanya mendapatkan uang penggantinya tidak secara cash.
Produk yang dijual oleh perusahaan kepada konsumen tiada lain hanya sebagai sarana untuk barter uang tersebut dan bukan menjadi tujuan anggota, sehingga keberadaannya tidak berpengaruh dalam hukum transaksi ini.
Keharaman jual beli dengan sistem MLM ini, sebenarnya sudah difatwakan oleh sejumlah ulama di Timur Tengah, diantaranya adalah Fatwa Majma’ Al-Fiqh Al-Islamy Sudan yang dikeluarkan pada tanggal 17 Rabi’ul Akhir 1424 H, kemudian dikuatkan dengan Fatwa Lajnah Daimah Arab Saudi pada tanggal 14/3/1425 dengan nomor (22935). Wallahu A’lam. (Jakarta, 16 Syawal 1431)
Senin, 29 Oktober 2012
Matilah sebelum mati
Ada satu nasehat dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang berbunyi “Muutu qabla an tamuutu” yang artinya “matilah sebelum mati”
Nasehat Rasulullah tersebut sarat dengan makna. Mati pada hakikatnya adalah terbebasnya ruh (ruhani) dari jasad (jasmani). Jadi upayakanlah dalam kehidupan ini ruh (ruhani) kita tidak terkukung oleh jasmani atau tidak terkukung oleh hawa nafsu. Upayakanlah ruh (ruhani) kita mengendalikan hawa nafsu bukan hawa nafsu yang mengendalikan ruh (ruhani) kita.
Berikut ulasan dari seorang teman akan nasehat dari Rasulullah di atas
***** awal kutipan *****
“Sebelum anda meninggal dunia, cobalah mematikan diri anda sejenak.
Tutuplah kedua mata anda dan bayangkan jenazah anda sedang berada di atas keranda mayat diiringi oleh para pengantar jenazah. Keadaan bagaimana yang anda inginkan setelah anda mati, maka jadilah seperti yang anda inginkan di saat anda hidup sekarang ini.
Perbaikilah kesalahan anda, perbaikilah tingkah laku anda, bertaubatlah di atas segala perbuatan maksiat anda, bukalah lembaran baru kehidupan anda dengan perjalanan hidup dan budi pekerti yang baik.
Cucilah hati anda dari kedengkian dan bersihkanlah dari pengkhianatan. Kelak anda akan mengingat apa yang telah anda lakukan karena makhluk-makhluk ibarat pena Allah ta’ala dan seluruh manusia adalah saksi Allah ta’ala di bumiNya.
Jika mereka bersaksi dengan memuji anda, maka itu adalah khabar baik buat anda dan kesaksian ini diterima di sisi Allah yang Maha Esa. Namun jika mereka bersaksi dengan menyebutkan keburukan anda, maka anda sangat merugi di atas apa yang sedang menanti anda“
*****akhir kutipan ****
Nasehat Rasulullah di atas tidak diingat lagi siapa-siapa perawinya sebagaimana umumnya hadits-hadits yang berhubungan dengan akhlak atau berhubungan dengan tentang Ihsan atau tasawuf.
Nasehat Rasulullah di atas disampaikan oleh para ulama yang sholeh bersanad ilmu sampai kepada lisannya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Mereka yang terhasut atau korban ghazwul fikri (perang pemahaman) dari kaum Zionis Yahudi umumnya akan mempertanyakan hal-hal seperti,
“bagaimana antum bisa memvalidasi “nasehat” itu benar dari lisan Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam ?”
“bagaimana kita tahu itu sebuah hadits jika tidak diketahui sanadnya ?”
Pertanyaan mereka pada hakikatnya adalah mempertanyakan dalil terhadap sebuah nasehat.
Mereka yang mempertanyakan dalil terhadap sebuah nasehat merupakan wujud dari terkena hasutan atau ghazwul fikri (perang pemahaman) dari kaum Zionis Yahudi
Salah satu penghasutnya adalah perwira Yahudi Inggris bernama Edward Terrence Lawrence yang dikenal oleh ulama jazirah Arab sebagai Laurens Of Arabian. Laurens menyelidiki dimana letak kekuatan umat Islam dan berkesimpulan bahwa kekuatan umat Islam terletak kepada ketaatan dengan mazhab (bermazhab) dan istiqomah mengikuti tharikat-tharikat tasawuf. Laurens mengupah ulama-ulama yang anti tharikat dan anti mazhab untuk menulis buku buku yang menyerang tharikat dan mazhab. Buku tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan dibiayai oleh pihak orientalis.
Protokol Zionis yang ketujuhbelas
…Kita telah lama menjaga dengan hati-hati upaya mendiskreditkan para ulama non-Yahudi dalam rangka menghancurkan misi mereka, yang pada saat ini dapat secara serius menghalangi misi kita. Pengaruh mereka atas masyarakat mereka berkurang dari hari ke hari. Kebebasan hati nurani yang bebas dari paham agama telah dikumandangkan dimana-mana. Tinggal masalah waktu maka agama-agama itu akan bertumbangan..
Mereka yang terhasut maka mereka tidak lagi mempercayai apa yang disampaikan oleh para ulama yang sholeh yang bersanad ilmu tersambung kepada lisannya Rasulullah, mereka tidak lagi mempercayai apa yang disampaikan oleh para ulama yang sholeh keturunan cucu Rasulullah , termasuk tidak lagi mempercayai apa yang disampaikan oleh Imam Mazhab yang empat.
Sehari-hari mereka disibukkan kembali dengan apa yang telah dilakukan dan diselesaikan oleh Imam Mazhab yang empat, padahal mereka tidak berkompetensi sebagai Imam Mujtahid Mutlak
Oleh karena kesibukkan mereka berijtihad dalam perkara syariat akhirnya mereka tidak punya waktu lagi untuk mendalami hadits-hadits tentang akhlak atau tentang ihsan atau tentang tasawuf
Hadits yang wajib diketahui sanadnya adalah hadits yang terkait dengan hukum atau terkait perkara agama atau perkara syariat, syarat sebagai hamba Allah, perkara yang telah diwajibkanNya, wajib dijalankan dan wajib dijauhi meliputi perkara kewajiban yang jika ditinggalkan berdosa, perkara larangan dan pengharaman yang jika dikerjakan/dilanggar berdosa.
Dari Ibnu ‘Abbas r.a. berkata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “di dalam agama itu tidak ada pemahaman berdasarkan akal pikiran, sesungguhnya agama itu dari Tuhan, perintah-Nya dan larangan-Nya.” (Hadits riwayat Ath-Thabarani)
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan beberapa kewajiban (ditinggalkan berdosa), maka jangan kamu sia-siakan dia; dan Allah telah memberikan beberapa larangan (dikerjakan berdosa)), maka jangan kamu langgar dia; dan Allah telah mengharamkan sesuatu (dikerjakan berdosa), maka jangan kamu pertengkarkan dia; dan Allah telah mendiamkan beberapa hal sebagai tanda kasihnya kepada kamu, Dia tidak lupa, maka jangan kamu perbincangkan dia.” (Riwayat Daraquthni, dihasankan oleh an-Nawawi)
Urusan agama atau perkara syariat atau perkara yang diwajibkanNya (wajib dikerjakan dan wajib dijauhi) telah sempurna dan telah disampaikan seluruhnya oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Firman Allah ta’ala yang artinya, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. (Qs. Al Maidah; 3)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Tidak tertinggal sedikitpun yang mendekatkan kamu dari surga dan menjauhkanmu dari neraka melainkan telah dijelaskan bagimu ” (HR Ath Thabraani dalam Al Mu’jamul Kabiir no. 1647)
“mendekatkan dari surga” = perkara kewajiban (ditinggalkan berdosa)
“menjauhkan dari neraka” = perkara larangan dan perkara pengharaman (dikerjakan berdosa)
Justu mereka yang suka melarang-larang perbuatan kaum muslim atau menyampaikan larangan (sesuatu yang jika dikerjakan/dilanggar berdosa) wajib ditanyakan dalilnya atau sanadnya karena perkara larangan adalah hak Allah ta’ala menetapkannya dan Allah ta’ala tidak lupa.
Firman Allah Azza wa Jalla yang artinya,
“Katakanlah! Siapakah yang berani mengharamkan perhiasan Allah yang telah diberikan kepada hamba-hambaNya dan beberapa rezeki yang baik itu? Katakanlah! Tuhanku hanya mengharamkan hal-hal yang tidak baik yang timbul daripadanya dan apa yang tersembunyi dan dosa dan durhaka yang tidak benar dan kamu menyekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak turunkan keterangan padanya dan kamu mengatakan atas (nama) Allah dengan sesuatu yang kamu tidak mengetahui.” (QS al-A’raf: 32-33)
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu dan janganlah kamu melampaui batas, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas.” (Qs. al-Mâ’idah [5]: 87).
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung” [QS. An-Nahl : 116].
Dalam hadits Qudsi , Rasulullah bersabda: “Aku ciptakan hamba-hambaKu ini dengan sikap yang lurus, tetapi kemudian datanglah syaitan kepada mereka. Syaitan ini kemudian membelokkan mereka dari agamanya, dan mengharamkan atas mereka sesuatu yang Aku halalkan kepada mereka, serta mempengaruhi supaya mereka mau menyekutukan Aku dengan sesuatu yang Aku tidak turunkan keterangan padanya.” (Riwayat Muslim).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa menghalalkan sesuatu yang haram atau mengharamkan sesuatu yang halal, maka dia telah kafir.”
Allah Azza wa Jalla berfirman yang artinya, “Mereka menjadikan para rahib dan pendeta mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah“. (QS at-Taubah [9]:31 )
Ketika Nabi ditanya terkait dengan ayat ini, “apakah mereka menyembah para rahib dan pendeta sehingga dikatakan menjadikan mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah?”
Nabi menjawab, “tidak”, “Mereka tidak menyembah para rahib dan pendeta itu, tetapi jika para rahib dan pendeta itu menghalalkan sesuatu bagi mereka, mereka menganggapnya halal, dan jika para rahib dan pendeta itu mengharamkan bagi mereka sesuatu, mereka mengharamkannya“
Pada riwayat yang lain disebutkan, Rasulullah bersabda ”mereka (para rahib dan pendeta) itu telah menetapkan haram terhadap sesuatu yang halal, dan menghalalkan sesuatu yang haram, kemudian mereka mengikutinya. Yang demikian itulah penyembahannya kepada mereka.” (Riwayat Tarmizi)
Hadits-hadits tentang akhlak atau tentang ihsan (tasawuf), silahkan didalami atau tidak didalami, silahkan dipedulikan atau tidak dipedulikan sebagaimana hadits qudsi.
Namun bagi yang ingin meneladani akhlak Rasulullah maka sediakanlah waktu untuk menelusuri kembali hadits-hadits tentang nasehat atau tentang akhlak atau tentang ihsan (tasawuf) sebagai sarana untuk memperjalankan diri agar sampai (wushul) kepada Allah ta’ala atau sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. Telusurilah dari ulama-ulama yang telah dekat dengan Allah yakni ulama-ulama yang sholeh yang bersanad ilmu tersambung kepada lisannya Rasulullah atau melalui ulama-ulama yang sholeh keturunan cucu Rasulullah.
Ingatlah selalu bahwa indikator atau tanda-tanda seorang ulama yang dekat dengan Allah atau ulama yang telah mentaati Allah dan RasulNya sehingga mendapatkan maqom disisiNya minimal adalah ulama yang sholeh sehingga berkumpul dengan 4 golongan muslim disisiNya yakni para Nabi (Rasulullah yang utama), para Shiddiqin, para Syuhada dan muslim yang sholeh.
Firman Allah ta’ala yang artinya “Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya .” (QS An Nisaa [4]: 69 )
Semakin dekat seorang ulama kepada Allah sehingga mereka dapat menjadi kekasihNya (Wali Allah). Maqom Shiddiqin atau maqom kedekatan dengan Allah telah diuraikan dalam tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/09/09/2011/09/28/maqom-wali-allah
Sabtu, 21 Mei 2011
Tips Praktis Untuk Menjadikan Diri Lebih Bahagia (Read 264 times)
Cara lain untuk memancing umpan balik emosional adalah dengan senantiasa memikirkan hal-hal yang positif. Dengan berfikir positif, orang akan berlaku positif juga. Dan hal ini akan mempengaruhi pada aliran kimiawi tubuh, yang akan membuat serotonim atau hormon pemicu rasa gembira meningkat.
2. Kembangkan daya keterampilan
Orang yang bahagia sering berada dalam alur yang mengalir, menikmati apapun yang mengelilingi dirinya dan menghadapi apapun tantangan yang menghadang dengan reaksi dan sikap tepat.
3. Mengembangkan sisi spritual
Studi-studi yang tidak terhitung menunjukkan bahwa mereka yang religius lebih berbahagia dan bisa mengatasi krisis secara lebih baik. Mungkin karena masyarakat spiritual dapat menyediakan dukungan emosional, dan landasan iman membuat hidup lebih berarti dan lebih fokus.
4. Isi hidup dengan hal-hal yang disukai
Harus ditemukan aktivitas-aktivitas yang bisa membuat kita senang. Kesenangan-kesenangan sederhana itu juga kunci kebahagiaan.
5. Pelihara hubungan baik
Banyak studi yang membuktikan adanya hubungan antara dukungan sosial dan dorongan emosional. Mereka yang memiliki hubungan dekat dengan sesorang atau keluarga, cenderung mampu mengatasi berbagai macam stres kehidupan seperti kemalangan, kehilangan pekerjaan atau terkena penyakit, dengan lebih baik.
6. Memendang jauh ke depan
Jika pada suatu ketika ditimpa kekecewaan atau kesedihan, jangan lalu tenggelam dalam kemuraman. Ingat bahwa dalam waktu 6 bulan sampai satu tahun, Anda pasti akan pulih. Bahkan dari kehilangan yang paling menyedihkan pun kapasitas natural untuk kebahagiaan akan muncul lagi dengan sendirinya.
7. Olah raga
Sebuah kesimpulan daru penelitian baru menunjukkan bahwa latihan aerobik 20-30 menit, (empat kali seminggu) menumbuhkan kesehatan dan energi juga menjadi obat antidepresi ringan serta kecemasan. jika jadwal Anda terlalu ketat, lakukan olahraga sedikit-sedikit saja, seperti 10 menit jalan kaki sebelum makan siang dan 10 menit lagi sesudah makan malam.
8. Banyak tertawa
“Ketika tertawa, tubuh merasa enak karena kita mengambil 6 kali oksigen lebih banyak daripada ketika melakukan percakapan,” kata terapis humor Amerika Dr. John Morrel. Ketawa juga merangsang respons relaksasi, sehingga tekanan darah, detak jantung adan tensi otot semuanya jatuh di bawah normal. Ketawa juga mampu menghilangkan rasa sakit.
SUMBER:
http://www.klipingku.com/2009/07/tips-praktis-untuk-menjadikan-diri-lebih-bahagia/
Senin, 21 Maret 2011
Manfaat Shalat Bagi Manusia
Sumber: www.AnneAhira.com
Shalat atau sholat merupakan rukun Islam yang kedua setelah mengucap dua kalimat syahadat. Salah satu ritual ibadah umat Islam ini diperintahkan oleh Allah Swt. melalui petunjuk dan tuntunan yang diberikan oleh Rasulullah SAW.
Agama Islam memiliki tiang-tiang penyangga yang menjadi sumber kekuatan agar bisa menjadi pedoman manusia dalam hidup di jalan Tuhan yang lurus. Salah satu tiang agama itu ialah sholat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, assholatu immaduddin, sholat adalah tiang agama.
Setelah seorang manusia beriman akan keberadaan Tuhannya, maka kewajiban sholat itu menjadi prioritas utama baginya. Abdullah bin Mas’ud ra. berkata, saya pernah bertanya pada Rasulullah SAW,
“Amalan apakah yang paling dicintai Allah Swt?” Beliau menjawab, ”Shalat". Kemudian saya bertanya lagi, ”Apalagi setelah itu, Ya Rasulullah?” Beliau menjawab, ”Berbakti kepada kedua orangtua.” Saya bertanya lagi, ”Apalagi setelah itu?” Beliau menjawab, ”Jihad”.
Begitu tingginya kedudukan sholat sehingga ibadah ini menjadi amalan pertama yang akan dihisab di akhirat nanti.
Manfaat Shalat
Sholat memiliki arti ‘doa’. Ini adalah jembatan vertikal yang menghubungkan manusia dengan Allah Swt. Secara istilah, sholat adalah ibadah yang terdiri atas beberapa ucapan atau doa dan gerakan yang sudah ditentukan aturannya yang dimulai dari takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.
Manfaat sholat bagi manusia dapat dilihat dari berbagai aspek. Di antaranya
- Aspek rohani; orang yang mengerjakan sholat akan mendapatkan ketenangan jiwa seperti janji Allah Swt. Tentu saja dengan kualitas sholat yang khusyuk, yaitu menghadirkan hati dalam sholat, konsentrasi, keseriusan, dan kedisiplinan dalam mendirikannya.
- Aspek sosial; orang yang melakukan sholat akan terhindar dari perbuatan keji dan munkar. Ia akan bertindak santun terhadap tetangga dan lingkungannya. Selain itu, sholat berjamaah juga akan mempererat hubungan silaturahim antara sesama manusia dan kokohnya persatuan umat.
- Aspek medis; sholat dapat mencegah kita dari terjangkitnya penyakit. Ritual khusus yang kita lakukan sebelum sholat adalah berwudhu. Dalam sehari kita berwudhu untuk sholat sebanyak lima kali. Pada saat itu pula kuman dan bakteri yang menempel di tubuh kita terlepas. Tidak hanya itu, gerakan sholat juga mendatangkan manfaat tersendiri.
Manfaat-manfaat gerakan sholat:
- Takbiratul ihram, dapat melancarkan aliran darah, getah bening atau limfa, dan kekuatan otot lengan.
- Ruku', menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf.
- I’tidal atau berdiri setelah ruku’, latihan bagi organ pencernaan.
- Sujud, mempengaruhi daya berpikir seseorang, saat sujud aliran getah bening dipompa ke bagian leher, ketiak dan posisi jantung berada di atas otak sehingga darah yang kaya oksigen mengalir secara maksimal ke otak.
- Iftirosy atau duduk saat tahiyat awal dan akhir, menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Sedangkan pada pria, ini bisa membantu mencegah impotensi.
- Salam, sebagai relaksasi otot sekitar leher dan kepala untuk menyempurnakan aliran darah di kepala yang sering menimbulkan sakit kepala dan juga menjaga kekencangan kulit.
Sang Pencerah dalam Penentuan Arah Kiblat
Sumber: www.AnneAhira.com
Arah kiblat yang bergeser sempat menjadi wacana hangat yang bergulir di tengah masyarakat. Beberapa waktu lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa mengenai penentuan arah kiblat yang mengalami pergeseran dari barat ke barat laut.
Jika ditilik dari peta, arah barat ini menuju Afrika. Langsung muncul pertanyaan, apakah sholat umat terdahulu tetap dianggap sah atau tidak?
Secara cepat, MUI merespon bahwa itu tidak berlaku surut. Jadi, salat umat terhadulu tetap sah. Namun, kritik pun tak luput berdatangan. MUI terlalu dianggap formalistik karena sesungguhnya arah kiblat terdahulu pun masih bisa digunakan.
Ketika terjadi polemik tersebut, keluarlah film Sang Pencerah besutan sutradara berbakat Hanung Bramantyo. Hanung menggambarkan perjalanan Kiai Ahmad Dahlan dalam mensyiarkan agama Islam.
Lika-liku itu terekam secara runut dan menarik. Namun, satu dari sekian pesan yang relevan ialah penentuan arah kiblat. Ketika itu, Ahmad Dahlan berani mendobrak kekuatan kiai sepuh dengan mengemukakan pendapat untuk mengubah arah kiblat ke barat laut.
Pandangannya sungguh visoner (jauh ke depan). Ahmad Dahlan meyakinkan kiai sepuh dengan membawa kompas dan peta. Jauh sebelum MUI merilis fatwa terbarunya, Dahlan jauh-jauh hari telah melakukannya.
Pesan Moral
Berikut ini merupakan pesan moral yang terkandung dalam Sang Pencerah terkait penentuan arah kiblat.
- Keterbatasan. Dahlan lahir dan besar bukan di era blackbery atau teknologi meraja, melainkan zaman yang penuh klenik dan mistis. Namun, itu tidak menghalangi niatnya. Dengan berbekal peta dan kompas, Dahlan berhasil menentukan arah kiblat.
- Polemik. Pada awalnya, niat Dahlan ini ditentang banyak kiai sepuh dan warga sekitar. Namun, berkat keteguhan dan ketekunannya, Dahlan sedikit demi sedikit menggaet warga yang mau menjalankan anjurannya.
- Visioner. Melampui masa. Berpikir ke depan. Itulah karakteristik unik Ahmad Dahlan. Pikirannya melampui zamannya.
Sikap Kita
Bagaimana seharusnya kita bersikap terkait penentuan arah kiblat ini?
- Mengubah arah. Beberapa mesjid sekarang telah mengubah arahnya ke barat laut. Mengikuti anjuran MUI. Yang penting diingat, perubahan arah ini tidak harus mengubah mesjid. Apalagi, merombaknya.
- Teknologi. Sekarang ini, telah banyak software canggih yang bisa mendeteksi ke mana arah kiblat seharusnya. Teknologi ini sangat membantu untuk mendapatkan presisi (keakuratan) sekaligus efektif.
- Berusaha melaksanakan. Kalau ada yang lebih baik kenapa harus memilih yang baik. Good is not good enough, begitu kata pepatah asing. Jika bisa mengusahakan agar penentuan arah kiblat ini sejajar dengan barat laut, paling tidak, mendekati.
Memahami Makna Sholat
Sumber: www.AnneAhira.com
Memahami makna sholat sangatlah penting dalam islam karena ibadah sholat merupakan suatu kewajiban yang mesti harus dikerjakan atau wajib. Sholat merupakan salah satu rukun islam yang amat sangat penting setelah bertauhid. Karena itu, Allah Swt memerintahkan hamba-Nya untuk mendirikan, menjaga begitu juga memeliharanya. Maka dari itu, apabila ibadah sholat itu baik, maka baik pahala seluruh amal perbuatannya. Pemahaman akan makna sholat inilah yang wajib dipahami setiap muslim.
Secara bahasa, sholat artinya “berdoa”, sedangkan menurut istilah sholat diartikan sebagai “suatu perbuatan serta perkataan yang dimulai dengan Takbiratul Ihram dan diakhiri dengan membaca salam dan mengikuti persyaratan yang telah ditentukan sebagai seorang muslim yang patuh dan taat terhadap perintah Tuhannya.”
Oleh karena itu, setiap muslim diharuskan melaksanakan perintah Tuhannya tersebut. Yaitu, mengerjakan sholat fardu yang dikerjakan lima waktu dalam sehari terutama bagi yang sudah baligh atau dewasa. Karena hukum sholat fardhu itu wajib , artinya bila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan mendapat siksa berdosa, karena kita tahu bahwa tujuan sholat itu adalah dapat mencegah perbuatan keji dan munkar.
Agar sholat kita diterima Allah Swt, maka seorang muslim dalam melakukan sholat haruslah ikhlas dan tidak merasa dipaksa. Artinya, ibadah sholat yang kita lakukan semata hanya untuk Allah Swt dan harus mengikuti seperti yang diajarkan Rasulullah Saw.
Syarat wajib sholat
- Islam
- Suci dari haid (kotoran), dan nifas
- Berakal
- Baligh
- Telah sampai kepadanya
- Melihat dan mendengar
- Sadar atau terjaga
Syarat sah sholat
- Suci dari hadas kecil dan besar
- Suci badan, pakaian dan tempat dari najis
- Menutup aurat
- Mengetahui masuknya waktu shalat
- Menghadap kiblat
Rukun-rukun sholat
- Niat,
- Berdiri bagi yang kuasa
- Takbiratul ihram
- Membaca surat Al-Fatihah
- Ruku serta tuma ninas (diam sebentar)
- I’tidal serta tuma ninas
- Sujud dua kali serta tuma ninas
- Duduk diantara dua sujud serta tuma ninas
- Duduk akhir menbaca tasyahud akhir
- Membaca salawat atas nabi Muhammad Saw
- Memberi salam yang pertama (ke kenan)
- Menertibkan rukun (harus berurutan)
Hal-hal yang dapat membatalkan shalat
- Meninggalkan salah satu rukun,
- Sengaja berbicara,
- Nampak bergerak (makan serta minum),
- Agar ibadah shalat kita sempurna dan di terima.
Ibadah sholat merupakan salah satu sarana berkomunikasi langsung dengan Allah Swt. Karenanya, jika ingin sholat kita diterima Allah Swt, maka perlu rasanya memahami makna sholat dengan sebenarnya.
Selasa, 15 Maret 2011
10 Fakta di Balik Gempa dan Tsunami Jepang
Gempa dengan kekuatan 9,0 Skala Richter mengguncang Jepang, Jumat 11 Maret 2011. Lindu itu memicu tsunami yang memporak-porandakan pesisir timur negara itu, bahkan memicu ledakan di instalasi nuklir. Sebuah pukulan besar bagi Jepang yang dikenal negeri paling siap menghadapi gempa dan tsunami di muka bumi ini.
Sejumlah fakta di balik gempa dan tsunami Jepang menimbulkan kehebohan di dunia maya. Berikut sejumlah fakta dan prediksi yang muncul tersebut.
1. Beberapa orang menghubung-hubungkan musibah di Jepang dengan fenomena supermoon yang akan terjadi pada Sabtu 19 Maret 2011 mendatang.
2. Sebanyak 2.000 mayat ditemukan bergelimpangan di Prefektur Miyagi, lokasi terdekat dengan pusat gempa. Puluhan ribu orang lagi di wilayah ini masih belum ditemukan.
3. Ahli geofisika NASA, Richard Gross menjelaskan bumi tidak lagi berputar selama 24 jam atau 86.400 detik. Setelah gempa terjadi di Sendai, rotasi bumi telah berkurang sebanyak 1,6 mikrodetik.
4. Menurut US Geological Survey (USGS), gempa dahsyat di Jepang merobek dasar laut Jepang dengan panjang 219 km dan lebar 129 kilometer ke pesisir selatan Jepang.
5. Poros Bumi juga dilaporkan bergeser 25 sentimeter akibat gempa dahsyat itu.
6. Selain waktu yang berkurang, ini juga berarti putaran bumi semakin cepat, bertambah 1.064 kilometer per jam.
7. Tinggi permukaan tanah di Ishinomaki, Miyagi amblas hingga 70 cm. Tidak hanya di wilayah tersebut, penurunan tanah juga terjadi di beberapa wilayah terkena gempa.
8. Gunung Shinmoedake (1.421 meter ) di Perfektur Kagoshima, Pulau Kyushu, meletus dan memuntahkan abu vulkanik dan bebatuan pada Senin (14/3).
9. Gempa dan tsunami ini sudah diketahui Pemerintah Jepang jauh-jauh hari sejak tahun lalu.
10. Total energi yang dilepaskan gempa ini setara dengan ledakan 6,7 triliun ton bom TNT, atau sekitar seribu kali kekuatan seluruh senjata nuklir di dunia.
(ARI JULIANTO)
http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=57000:10-fakta-di-balik-gempa-dan-tsunami-jepang-&catid=30:dunia&Itemid=55
Meniti hari mencari cinta
Dan catatan ini adalah sebahagian dari tulisan perjalanan seorang gadis mencari cinta sejati.
Rindu tenangnya semalam
Sekali lagi telefonku berbunyi.
Untuk mengelakkan mereka risau panggilan itu ku terima.
"Assalamualaikum nur!"
"Waalaikumsalam akak. Akak apa khabar?"
Jawabku berbasa basi.
Menanti cahaya
Nur,
Ayunkan langkah kakimu
Teguhkan tumuhatmu
Ar Ra'd,13:11
Asy Syuura,42:30
Di saat itu aku menadah tangan ke langit ilahi.
"Allah..
Al-Insan, 76:29~30
Hikmah sebuah pertemuan
Al-baqarah,2:216
Mencari hati yang hilang
Cinta
Pernah aku ditanya apa itu cinta buatku. Dan apa yang aku harapkan dari cinta itu. Dan jawabku apa yang ku harap dari Cinta adalah maghfirah. Sebuah pengampunan. Diampunkan masa laluku. Kerna waktu itu terlalu pahit untuk aku telan, terlalu berat untuk aku pikul. Makanya aku mengharap cinta bisa buat aku bahagia. Sungguh aku tak tahu bagaimana untuk aku tahu sama ada dosa-dosa itu telah diampun atau sebaliknya. Dan untuk ku, aku redha dengan tulisan hidupku. Kerna gelap itu aku kenal cahaya. Kerna waktu itu aku disini hari ini, dan dengan itu aku masih teguh berdiri. Melihat hikmah semalam aku jadi kuat. Walau kadang kala aku malu untuk menghadap Dia dalam sujudku. Malu untuk mengangkat telunjuk janjiku. Malu untuk seiring dengan mereka dijalan ini.
Tapi lekas aku pujuk diriku, kerna aku tahu kalau bukan pada Dia pada siapa lagi harus ku adu resah yang bersarang dihati. Kalau bukan jalan ini jalan mana lagi yang mahu aku tempuhi. Kerna ini jalanku. Jalan yang aku pilih. Dan aku yakin dengan apa yang aku percaya.
Perjalanan cintaku panjang. Dipenuhi duri, dibanjiri air mata. Makanya tak mahu ku persiakan langkah ini. Hingga aku berdiri saat ini disini, sudah terlalu banyak tarbiyah dari Allah untukku. Aku kembali berbisik pada diriku,
"Nur, kamu harus kuat!"
Ya aku harus kuat. Harus terus tabah dalam menempuh jalan cinta ini. Kerna aku pasti selain onak dan duri, jalan ini juga menyajikan manisnya buah ukhuwah. Ukhuwah yang dipayungi lembayung cinta. Diulit tenangnya angin. Dibalut kehangatan kebersamaan dalam satu ikatan aqidah. Dan bersama mereka aku kuat.
Dan jika ditanya bagiku apa itu cinta,
"Cinta bagiku ibarat cahayaKhatimah Cinta
Yang menyuluh tatkala aku meraba dalam gelap
Yang menyinar tatkala aku disapa duka
Cinta yang sentiasa memujuk ku dengan Ayat-Ayat CintaMu
Cinta bagiku umpama semilir pagi
Yang manyapa penuh lembut
Mambawa ketenangan hingga malam menjelma
Hembusan semilir pagi
Sejuknya menyegarkan
Cinta bagiku terlalu indah
Hingga walaupun sakit aku bahagia
Makanya biarkan aku terus mencari cintaku
Meskipon sakit biarkan kesakitan itu sampai kebal dariku
Meskipon menuntut pengorbanan biar aku berkorban sampai terkorban
Kerna percaya aku pada janjiNya
Cukuplah Allah bagiku
Akan Dia hiasi jalan cintaku dengan bintang hatiku"
Ibnu Abbas berkata, "Ketika aku masih kecil, Nabi S.A.W. berkata padaku, "Wahai ghulam, aku akan mengajarkan padamu beberapa kata: Jagalah Allah, maka dia akn menjagamu; jagalah Allah, maka kau akan dapatkan Dia dihadapanmu; jika kau meminta,mintalah kepada Allah; jika kau minta pertolongan, mintalah pertolongan pada Allah.Ketahuilah sekiranya satu ummat berkumpul ingin memberi manfaat, mereka tidak akan memberi manfaat kecuali telah Allah tulis untukmu. Demikian pula sekiranya mereka berkumpul ingin mencelakakanmu, mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali dengan apa yang telah Allah tulis untukmu. Pena telah terangkat dan kertas telah kering."
HR. At-Turmudzi dan Imam Ahmad
Kerna cukuplah bagiku ALLAH
Allah redhakanlah perjalanan ku dalam mencari cintaMu
Sabtu, 12 Maret 2011
Manfaat jilbab itu apa dari sisi negatif dan positif??
1.positf dulu deh biar muslim senang
- Biar cwek2 muslim ngk dicolek laki2 muslim ( waduh berarti laki2 muslim pada cabul dong suka colek2
- Melindungi cwek2 dari debu padang pasir ( ini kan cuman cocoknya diarab sono
- Mengangkat derajat wanita dengan menampilkan perbedaan gender dengan laki2 ( bukannya ini memperlihatkan sesuatu yang mencolok akan perbedaan
- Memperingatkan laki2 bahwa ini cwek baik2 ( jadi cwek yang ngk pake jilbab itu ngk bener dong abis cuman pake jilbab aja yang baik2
- menutupi kekurangan dalam dirinya ( kalo make jilbab itukan bentuknya fisik jadi kekurangan yang ditutupi mungkin dalam bentuk fisik dong
2. Negatifnya nih biar muslim mikir lebih dalam ( abis muslim suka bilangin org lain otaknya dangkal
- Jika semua cwek pake jilbab apalagi yang make cadar buat ngenalinnya gimana ?? ( bukannya Tuhan itu menciptakan identitas diri dalam tiap2 manusia kok disamain semua gara2 aturan manusia
- Menghindari hutang dgn menggunakan jilbab bercadar sehingga penagih hutang tidak mengenalinya dan tidak berani menyentuhnya ( ini termasuk positif sih sebenarnya tapi kasian sih penagih utangnya
- Kalo mau jihad dgn cara praktis pake jilbab aja dijamin ngk ada org tau abis semuanya tertutupi ( ini juga manfaat sih tapi kasian korban2nya
Ternyata manfaat jilbab sungguh byk yah...........
Jika ada manfaat lain monggo diisi di sini
http://indonesia.faithfreedom.org/forum/manfaat-jilbab-itu-apa-dari-sisi-negatif-dan-positif-t31585/
Senin, 07 Maret 2011
Mengapa Harus Berjilbab??
www.mardhauniq.com