Selasa, 30 Oktober 2012

Berlapanglah

Alangkah indahnya berlapang dada. Berlapang dada terhadap apa yang berlaku atas kita. Berlapang dada sesama manusia. Berlapang dada sesama alam dan seluruh isinya.
Manusia itu tidak penah lepas dari ujian. Tidak kiralah apa jua bentuk ujian yang Allah hadirkan buat kita. 
Boleh tak kalau saya kata tiada istilah berat atau ringan pada setiap ujian! Eeerr...
Ya! Kerana setiap satu ujian itu disusun oleh Allah kena pada saat dan ketikanya. Bersesuaian dengan kemampuan mereka yang menerimanya. 
Kalau kamu tidak bersetuju, jadi atas timbangan apakah kamu katakan ujian itu berat dan ringan.
Kalau ujian kemiskinan itu kecil, jika ianya menimpamu sejauh mana kecilnya ujian itu.
Jika ujian gagal itu mudah, jika ianya menimpamu sejauh mana kamu gagah untuk bangkit kembali.
Andai ujian kaya itu senang, jika ianya menimpamu sejauh mana kamu bisa bersyukur.
Tiada kayu ukur yang bisa kita letakkan. Hanya Allah Maha Tahu, Maha Adil. Allah timpakan setiap satunya itu kepada kita agar kita bisa terus mengambil langkah untuk mendekatiNya. Mengadu padaNya. Berlari mengejar syurgaNya. 
Tetapi, 
Ayuh kita nilai kembali. 
Apabila diuji kemana kamu melangkah? 
Apakah lafaz pertama madah bicaramu? 
Bagaimana pula dengan detik hatimu?
Saat Allah uji kita dengan kegagalan. Adakah kita mengambil langkah mendekatkan diri kepada Allah. Atau kita semakin menjauh dariNya? Tanya diri kita. Adakah kita menyalahkan itu ini atas kegagalan kita. Atau kita terus berlapang dada dengan rezeki yang TELAH Allah tetapkan untuk kita? Tanya diri kita. Adakah kita terus berputus asa. Sedang usaha kita masih belum semaksimumnya? Tanya diri kita.
Saat Allah uji kita dengan kesusahan. Adakah kita mengambil langkah mendekatkan diri kepada Allah. Atau kita semakin menjauh dariNya? Tanya diri kita. Adakah kita menyalahkan itu ini atas kesusahan yang menimpa kita. Atau kita terus berlapang dada dengan ketentuan yang TELAH Allah tetapkan untuk kita? Tanya diri kita. Adakah kita terus meminta itu ini dari manusia. Sedang kita belum pon sujud mengadu pada Yang Satu? Tanya diri kita.
Saat Allah uji kita dengan ukhuwah. Adakah kita mengambil langkah mendekatkan diri kepada Allah. Atau kita semakin menjauh dariNya? Tanya diri kita. Adakah kita menyalahkan orang lain kerana tidak memahami kita. Atau kita terus berlapang dada dengan sahabat kita? Tanya diri kita. Adakah kita terus membenci. Atau memberi maaf atas apa yang terjadi? Tanya diri kita.
Saat Allah uji kita dengan kebakaran. Adakah kita mengambil langkah mendekatkan diri kepada Allah. Atau kita semakin menjauh dariNya? Tanya diri kita. Adakah kita menyalahkan sifulan atau sifulan. Atau kita terus berlapang dada atas apa yang telah terjadi? Tanya diri kita. Adakah kita bersedih memikirkan nasib diri. Atau kita bersyukur kerana masih diuji? Tanya diri kita.
Saat Allah uji kita dengan kucing yang makan sampah kita letak kat luar rumah sampai bersepah busuk satu rumah. Adakah kita mengambil langkah mendekatkan diri kepada Allah. Atau kita semakin menjauh dariNya? Tanya diri kita. Adakah kita menyalahkan kucing itu kerana memakan sampah kita. Atau kita senyum dan membersihkan sampah itu? Tanya diri kita.
Saat Allah uji kita dengan kesenangan kebahagiaan dan kecukupan. Adakah kita mengambil langkah mendekatkan diri kepada Allah. Atau kita semakin menjauh dariNya? Tanya diri kita. Adakah kita terus bersyukur dengan nikmat yang kita punya. Atau kita bongkak dan bangga dengan dunia? Tanya diri kita. Adakah kita bersedia untuk memberi pada yang meminta. Atau kita terus mengherdik dan menghina mereka yang tidak berdaya? Tanya diri kita.
Dimana kita apabila diuji.
Bagaimana kita bila diuji.
Itulah yang membezakan antara kita. 
Detik hati pertama itulah yang membezakan antara kita. 
Ada yang terus menyumpah seranah itu dan ini hingga puas.
Ada yang marah tapi setelah itu beristighfar kembali pada Tuhannya.
Ada yang terus tersenyum dan berlapang dada.
Dan itulah yang sebaiknya.
fa sabrun jamil~
Jadi,
Berlapang dada kah kita bila diuji?
Ayuh!
husnuzonlah..
positif dengan hidupmu...
kamu pasti akan senang dan tenang..
(^_^)/
nyanyi skit...
hihi
  http://cahayasakura.blogspot.com/search?updated-min=2011-01-01T00:00:00%2B09:00&updated-max=2012-01-01T00:00:00%2B09:00&max-results=30

Jangan Tinggalkan Muhasabah

Jangan Tinggalkan Muhasabah
Ini tentang ahlul ghurur. Manusia-manusia yang tertipu laju waktu dalam perjalanan menuju Sang Empunya Segala semesta. Tentang kegagalan memaknai hidup yang hanya sebentar. Tentang dangkalnya keyakinan yang tidak cukup berakar. Tentang rapuhnya pendirian yang tidak berdasar. Juga tentang lemahnya motivasi yang mudah pudar.
Keinginan untuk berbuat benar serta upaya agar hari-hari yang dilalui menjadi semakin baik, kalah melawan musuh-musuh perampok umur, hawa nafsu, setan, dan kesenangan dunia. Hingga tubuh yang bertambah uzur, tak juga menambah amalan luhur. Ia gugur bersama kemestian berakhirnya nafas yang tak lagi teratur. Kaku membujur di liang kubur.
Ahlul ghurur adalah mereka yang terjerumus dalam perangkap mematikan; lalai melakukan muhasabah dalam hidup. Mereka acuh karena merasa tidak butuh. Padahal ialah salah satu penjamin kebaikan bagi manusia, insyaallah. Hingga ahlul ghurur abai akan pengumpulan bekal untuk menghadap Sang Khalik di alam kekal, nanti, meski hari terus berganti dan berlari.
Menutup mata dari akibat sebuah perbuatan adalah salah satu ciri mereka. Mereka lupa atau tidak tahu bahwa setiap apa yang dilakukan manusia akan kembali pada dirinya sendiri dalam wujud balasan yang setimpal. Baik maupun buruk, sedikit maupun banyak, serta tersembunyi maupun tampak. Allah Mahaadil dan tidak ada satu perbuatan pun yang tidak berbalaskan. Dan kebaikan tidak akan pernah sama dengan keburukan, sekecil apapun.
Ciri yang lain adalah larut dalam keadaan. Tidak berdaya mempertahankan prinsip kebenaran sebab mengandung risiko. Sekedar menjadi penggembira, tertawa bersama yang lain meski harus acuhkan batin yang merintih. Mereka ingin hidup ‘aman’ dan ‘nyaman’. Tak inginkan celaan, makian, umpatan, dan penolakan karena kesemuanya sangat menyakitkan. Dan itu bermakna, bagi mereka, meminimalisasi gangguan dari lingkungan sekitar. Sehingga larut dalam keadaan menjadi sebuah keharusan. Bukankah tidak ada yang perlu ditakutkan jika kita mengikut dan menjadi serupa dengan yang lain? Ia adalah sebuah kawasan nyaman, comfort zone!
Terlalu mengandalkan ampunan Allah adalah tanda berikutnya. Meski selintas tidak ada yang salah dengan keyakinan bahwa Allah Maha Pengampun, bahkan untuk kesalahan sebanyak buih di lautan, tetapi mengandalkannya secara berlebihan menjadi kontraproduktif. Tidak seimbang menyertakan fakta selainnya, bahwa Allah juga Mahaadil dan Mahacepat hisabNya.
Dengan semua tanda ini, ahlul ghurur mudah jatuh dalam lembah dosa, sebab yang hak dan batil tampak serupa. Kemudian menikmati hidup dalam gelimang kesia-siaan berkepanjangan, hingga sulit berpisah ketika kebenaran terkadang datang menyapa, karena sudah menjadi kebiasaan . Tapi, benarkah kehidupan seperti ini yang kita inginkan? Wa iyyadzubillah.

Kemiskinan Hamba

Kemiskinan Hamba
Allah Maha Kaya lagi Mulia. Bersama kekayaan dan kemuliaan-Nya, Dia mengasihi hamba-hamba-Nya, menginginkan kebaikan untuk mereka, serta mengangkat madharat dari mereka tanpa sisa. Semuanya sebagai rahmat, cinta dan kebaikan untuk mereka, bukan karena keinginan mendapatkan manfaat dari hamba, bukan pula karena ingin menolak bahaya. Subhanallah! Mahasuci Allah dari semua itu.
Sebab Allah tidak berhajat kepada berbilang jumlah untuk menambah gagah, menghindari sedikitnya para penghamba. Atau menampakkan kemuliaan dari terpuruknya kehinaan. Allah juga tidak butuh rizki dan kemanfaatan dari hamba-hambaNya. Karena sungguh, Dia-lah Raziq, Pemilik semua rizki tanpa kecuali, dalam kekuatan dan keperkasaan. Di kerajaanNya, Dia Esa, Tunggal, Satu dan Sendiri, tanpa anak, sekutu atau penolong sebab semua itu tidak perlu. Juga tak layak bagi-Nya!
Sedang manusia berkebalikan keadaannya: miskin dan tidak punya apa-apa. Dalam kesendirian yang memustahilkannya bisa memberi kebaikan, juga memudharatkan pihak lain, dia memerlukan pihak lain untuk mencukupi, menutupi, atau membantu kemiskinannya. Karena tanpanya, manusia tidak mampu berbuat apa-apa. Karena dia miskin dalam arti sebenarnya.
Sebenarnya, inilah rahasia dari berbagai kebaikan antar manusia. Mereka saling berbuat baik, bukanlah tanpa pamrih, namun menyimpan maksud untuk menolong diri sendiri.  Kebaikan yang mereka jadikan wasilah untuk mengambil manfaat dan menolak madharat bagi diri sendiri, cepat ataupun lambat. Sehingga mereka menjadi pemilih. Hanya kepada pihak-pihak yang bisa diharapkan balasannya, mereka berbuat baik. Sedang kepada yang lainnya lagi, mereka enggan dan berpaling.
Padahal di sinilah kesalahan asasi telah disandarkan. Membangun istana sesal dan kecewa sebab manusia seringkali ingkar janji dan berfluktuasi dalam menjalin relasi emosi. Selain bisa saja balasan yang diharapkan, meski sekadar ucapan terima kasih, nihil adanya, semua hubungan antar mereka tidak ada yang permanen dan stabil. Siapa yang terlihat mampu hari ini, bisa jadi jatuh di kemudian hari. Juga siapa yang memuaskan sekarang, bisa saja mendatangkan amarah dan dendam di masa datang.
Maka tidak ada yang lebih baik selain menyerahkan semuanya kepada Allah. Berharap Dia-lah yang menerima kebaikan kita menjadi amal shalih, meski untuk itu kita harus membuang keinginan beroleh balasan dari sesama manusia. Tugas kita hanyalah menjadi hamba yang baik, yang ikhlas dan yakin, bahwa kebaikan yang kita lakukan, apapun  balasan orang lain atasnya, sebenarnya adalah kebaikan untuk diri kita sendiri. Yang Allah pasti akan melihat dan mendengarnya, kemudian membalasinya secara adil.
Tapi kenapa kita selalu mengulang kesalahan itu? Mengharap manfaat kepada selain Allah, padahal mereka tidak akan pernah bisa dan mampu. Dan hanya yang berfikir yang akan tahu, bahwa Allah-lah sebenar-benar tempat bersandar dan berharap!

Sebuah Gerbang untuk Pulang

Sebuah Gerbang untuk Pulang

Wajah mana yang akan kita bawa menghadap Allah, kelak, jika lumuran dosanya yang mengerak membuatnya tak rupawan lagi? Sedang hati kita pun tak lagi bersih karena tertutup debu-debu maksiat. Juga pilihan sikap yang tepat untuk menutupi pengingkaran nikmat kita siang malam, sepanjang usia kita di dunia, di perjumpaan nanti. Atau kita malah mengharapkannya tidak terjadi, hal yang mustahil adanya?
Adakah malu, dan takut itu masih menempati sudut ruang hati kita, yang terdalam? Ataukah ia telah menghilang, tenggelam dalam kelamnya kesalahan yang menghitamkan jiwa karena jelaga dosa? Lirih ini sunyi meski galau ini tak sendiri. Segera menyadari dan berbenah diri tentu sangat terpuji daripada tak peduli, sebab kita tak bisa menghindari.
Permulaannya bernama taubat. Gerbang pulang untuk pembebasan sejati yang menyucikan. Meluruhkan noda-noda dosa yang pernah ada, dan memberi kemampuan kita untuk tengadah mengaku salah. Inilah satu-satunya pilihan sebab menjadi tanpa cela adalah kemustahilan, sedang tidak ada yang bisa menghapuskan kecuali Dia Yang Maha Pengampun dan Penyayang.
Sayang, kita seringkali merasa tidak membutuhkannya. Padahal tiada yang lebih penting daripada keyakinan akan terhapusnya kesalahan, atau minimal, berkurangnya beban jiwa yang menyiksa ini. Bahkan jauh sebelum menemui Allah, karena rasa itu menekan malam-malam kita di sini, di dunia ini.
Pada yang membutuhkan, banyak juga yang kebingungan. Taubat bergerak lambat saat tak ada lagi pilihan berkelit. Terlantun dari bibir yang sendirian serupa wasiat taubat dari hamba yang tidak memahaminya, meski bertebaran dan berulang-ulang. Taubat yang tidak memiliki akar penjiwaan dan tak mampu mengendalikan. Berakhir hampa karena menjadi sia-sia.
Karena taubat haruslah berdasar pada kesadaran. Bahwa kita sebagai hamba tak akan pernah mampu menjalankan kewajiban dan memenuhi hak Allah dengan semestinya. Terlalu banyak kekurangan, terlalu sering kita melalaikan, terlalu jauh dari standar kelayakan. Dan maksiat yang bertimbun-timbun, membuahkan ketakutan akan akibat buruknya yang pasti menanti, menjauhkan kita dari kehidupan yang berlimpah berkah, rahmah, dan maghfirah. Kehidupan yang gelisah!
Kesemuanya menuntun kita pada keinginan untuk menebus dan menghapus kesalahan. Agar kita tidak termasuk  mereka yang terancam kemurkaan dan kehinaan, serta siksaan abadi yang pasti adanya. Sebab jika tidak, rasa sakitnya dosa menyesakkan dada. Menyempitkan jiwa akan keluasan ampunan Allah, memungkinkan kita melakukannya berulang kali hingga kepada keadaan rumit yang sulit dilepaskan.
Biarkan rasa sakit itu membimbing kita mencari jalan pertaubatan. Biarkan rasa sesal dan kecewa akan kegagalan memaknai hari-hari ini menerangi prosesnya. Dan biarkan semuanya berangkat dari kesadaran kita akan pentingnya taubat. Sebuah kebutuhan tak terkira yang sering kita lupakan. Ya Allah, bimbinglah kepulangan hamba dengan taubat yang Engkau terima![]

MLM dalam Pandangan Islam

MLM dalam Pandangan Islam


Akhir-akhir banyak masyarakat yang menanyakan hukum melakukan transaksi jual beli dengan system MLM ( Multi Level Marketing ). Tulisan di bawah ini mudah-mudahan bisa menjawab pertanyaan tersebut :
Pengertian MLM
MLM adalah sistem penjualan yang memanfaatkan konsumensebagai tenaga penyalur secara langsung. Sistem penjualan ini menggunakan beberapa level ( tingkatan) di dalam pemasaran barang dagangannya.
Promotor (upline) adalah anggota yang sudah mendapatkan hak keanggotaan terlebih dahulu, sedangkan bawahan (downline) adalah anggota baru direkrut oleh promotor.
Komisi yang diberikan dalam pemasaran berjenjang dihitung berdasarkan banyaknya jasa distribusi yang otomatis terjadi jika bawahan melakukan pembelian barang. Promotor akan mendapatkan komisi tertentu sebagai bentuk balas jasa atas perekrutan bawahan.
Harga barang yang ditawarkan di tingkat konsumen adalah harga produksi ditambah komisi yang menjadi hak konsumen karena secara tidak langsung telah membantu kelancaran distribusi. (http://id.wikipedia.org)
Untuk menjadi keanggotaan MLM, seseorang biasanya diharuskan mengisi formulir dan membayar uang dalam jumlah tertentu dan kadang diharuskan membeli produk tertentu dari perusahaan MLM tersebut, ada juga yang tidak mensyaratkan pembelian. Pembayaran dan pembelian produk tersebut sebagai syarat untuk mendapatkan point. Point bisa didapatkan melalui pembelian atau dari jumlah anggota yang berhasilk direkrut.
Transaksi jual beli dengan menggunakan dengan sistem MLM hukumnya haram. Alasan-alasannya adalah sebagai berikut :
Alasan Pertama :
Di dalam transaksi dengan metode MLM,seorang anggota mempunyai dua kedudukan  :
Kedudukan Pertama :  sebagai pembeli produk, karena dia membeli produk secara langsung dari perusahaan atau distributor.  Pada setiap pembelian, biasanyadia akan mendapatkan bonus berupa potongan harga.
Kedudukan Kedua :  sebagai makelar, karena selain membeli produk tersebut, dia harus berusaha merekrut anggota baru. Setiap perekrutan dia mendapatkan bonus juga.
Pertanyaannya adalah bagaimana hukum melakukan satu akad dengan menghasilkan dua akad sekaligus, yaitu sebagai pembeli dan makelar ?
Dalam Islam hal itu dilarang, ini berdasarkan hadist-hadist di bawah ini :
1.    Hadits Abu Hurairah, ra bahwasanya ia berkata :
<h2>نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعَتَيْنِ فِي بَيْعَةٍ</h2>
“Nabi Saw, telah melarang dua pembelian dalam satu pembelian.”
( HR Tirmidzi, Nasai dan Ahmad. Berkata Imam Tirmidzi).
Imam Syafi’I berkata tentang hadist ini, sebagaimana dinukil Imam Tirmidzi :Yaitu jika seseorang mengatakan: “Aku menjual rumahku kepadamu dengan harga sekian dengan syarat kamu harus menjual budakmu kepadaku dengan harga sekian. Jika budakmu sudah menjadi milikku berarti rumahku juga menjadi milikmu. “ ( Sunan Tirmidzi, Beirut, Dar al Kutub al Ilmiyah, Juz : 3, hlm. 533 )
Kesimpulannya bahwa melakukan dua macam akad dalam satu transaksi yang mengikat satu dengan yang lainnya adalah haram berdasarkan hadist di atas.
2.    Hadist Abdullah bin Amr, bahwasanya Rasulullah saw bersabda :
<h2>لَا يَحِلُّ سَلَفٌ وَبَيْعٌ وَلَا شَرْطَانِ فِي بَيْعٍ وَلَا رِبْحُ مَا لَمْ تَضْمَنْ وَلَا بَيْعُ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ</h2>
“Tidak halal menjual sesuatu dengan syarat memberikan hutangan, dua syarat dalam satu transaksi, keuntungan menjual sesuatu yang belum engkau jamin, serta menjual sesuatu yang bukan milikmu.” ( HR Abu Daud )
Alasan diharamkannya transaksi seperti ini adalah tidak jelasnya harga barang dan menggantungkan suatu transaksi kepada syarat yang belum tentu terjadi.( al Mubarkufuri, Tuhfadh al Ahwadzi,  Beirut, Dar al Kutub al Ilmiyah, Juz : 4, hlm. 358, asy Syaukani, Nailul Author, Riyadh, Dar an Nafais, juz : 5, hlm: 173 )
Alasan Kedua :
Di dalam MLM terdapat makelar berantai.  Sebenarnya makelar (samsarah) dibolehkan di dalam Islam, yaitu transaksi dimana pihak pertama mendapatkan imbalan atas usahanya memasarkan produk dan usaha mempertemukannya dengan pembeli.
Adapun makelar di dalam MLM bukanlah memasarkan produk, tetapi memasarkan komisi. Maka, kita dapatkan setiap anggota MLM memasarkan produk kepada orang yang akan memasarkan dan seterusnya, sehingga terjadilah pemasaran berantai. Dan ini tidak dibolehkan karena akadnya mengandung gharar dan spekulatif.
Alasan Ketiga :
Di dalam MLM terdapat unsur perjudian, karena seseorang ketika membeli salah satu produk yang ditawarkan, sebenarnya niatnya  bukan karena ingin memanfaatkan atau memakai produk tersebut, tetapi dia membelinya sekedar  sebagai sarana untuk mendapatkan point yang nilainya jauh lebih besar dari harga barang tersebut. Sedangkan nilai yang diharapkan tersebut belum tentu ia dapatkan.
Alasan Keempat :
Didalam MLM banyak terdapat unsur gharar  (spekulatif)atau sesuatu yang tidak ada kejelasan yang diharamkan Syariat, karena anggota yang sudah membeli produk tadi, mengharap keuntungan yang lebih banyak, tetapi dia sendiri tidak mengetahui apakah berhasil mendapatkan keuntungan tersebut atau malah merugi.
Dan Nabi Muhammad saw sendiri melarang setiap transaksi yang mengandung gharar, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra bahwasanya ia berkata :
<h2>نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْحَصَاةِ وَعَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ</h2>
“ Rasulullah saw melarang jual beli dengan cara al-hashah (yaitu: jual beli dengan melempar kerikil) dan cara lain yang mengandung unsur gharar (spekulatif). “ ( HR Muslim,no: 2783  )
Alasan Kelima :
Sistem MLM bertentangan dengan kaidahAl Ghunmu bi al Ghurmi, yang artinya bahwa keuntungan itu sesuai dengan tenaga yang dikeluarkan atau resiko yang dihadapinya. Di dalam MLM ada pihak-pihak yang paling dirugikan yaitu mereka yang berada di level-level paling bawah, karena merekalah yang sebenarnya bekerja keras untuk merekrut anggota baru, tetapi keuntungannya yang menikmati adalah orang-orang level atas.
Alasan Keenam :
Sebagian ulama mengatakan bahwa transaksi dengan sistem MLM mengandung riba riba fadhl,karena anggotanya membayar sejumlah kecil dari hartanya untuk mendapatkan jumlah yang lebih besar darinya, seakan-akan ia menukar uang dengan uang dengan jumlah yang berbeda. Inilah yang disebut dengan riba fadhl (selisih kuantitas). Begitu juga termasuk dalam katagori riba nasi’ah, karena anggotanya mendapatkan uang penggantinya tidak secara cash.
Produk yang dijual oleh perusahaan kepada konsumen tiada lain hanya sebagai sarana untuk barter uang tersebut dan bukan menjadi tujuan anggota,  sehingga keberadaannya tidak berpengaruh dalam hukum transaksi ini.
Keharaman jual beli dengan sistem MLM ini, sebenarnya sudah difatwakan oleh sejumlah ulama di Timur Tengah, diantaranya adalah Fatwa Majma’ Al-Fiqh Al-Islamy Sudan yang dikeluarkan pada tanggal 17 Rabi’ul Akhir 1424 H, kemudian dikuatkan dengan Fatwa Lajnah Daimah Arab Saudi pada tanggal 14/3/1425 dengan nomor (22935). Wallahu A’lam. (Jakarta, 16 Syawal 1431)

Senin, 29 Oktober 2012

Matilah sebelum mati

http://mutiarazuhud.wordpress.com/2012/01/30/matilah-sebelum-mati/

Ada satu nasehat dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang berbunyi “Muutu qabla an tamuutu” yang artinya “matilah sebelum mati
Nasehat Rasulullah tersebut sarat dengan makna. Mati pada hakikatnya adalah terbebasnya ruh (ruhani) dari jasad (jasmani). Jadi upayakanlah dalam kehidupan ini ruh (ruhani) kita tidak terkukung oleh jasmani atau tidak terkukung oleh hawa nafsu. Upayakanlah ruh (ruhani) kita mengendalikan hawa nafsu bukan hawa nafsu yang mengendalikan ruh (ruhani) kita.
Berikut ulasan dari seorang teman akan nasehat dari Rasulullah di atas
***** awal kutipan *****
“Sebelum anda meninggal dunia, cobalah mematikan diri anda sejenak.
Tutuplah kedua mata anda dan bayangkan jenazah anda sedang berada di atas keranda mayat diiringi oleh para pengantar jenazah. Keadaan bagaimana yang anda inginkan setelah anda mati, maka jadilah seperti yang anda inginkan di saat anda hidup sekarang ini.
Perbaikilah kesalahan anda, perbaikilah tingkah laku anda, bertaubatlah di atas segala perbuatan maksiat anda, bukalah lembaran baru kehidupan anda dengan perjalanan hidup dan budi pekerti yang baik.
Cucilah hati anda dari kedengkian dan bersihkanlah dari pengkhianatan. Kelak anda akan mengingat apa yang telah anda lakukan karena makhluk-makhluk ibarat pena Allah ta’ala dan seluruh manusia adalah saksi Allah ta’ala di bumiNya.
Jika mereka bersaksi dengan memuji anda, maka itu adalah khabar baik buat anda dan kesaksian ini diterima di sisi Allah yang Maha Esa. Namun jika mereka bersaksi dengan menyebutkan keburukan anda, maka anda sangat merugi di atas apa yang sedang menanti anda“
*****akhir kutipan ****
Nasehat Rasulullah di atas tidak diingat lagi siapa-siapa perawinya sebagaimana umumnya hadits-hadits yang berhubungan dengan akhlak atau berhubungan dengan tentang Ihsan atau tasawuf.
Nasehat Rasulullah di atas disampaikan oleh para ulama yang sholeh bersanad ilmu sampai kepada lisannya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Mereka yang terhasut atau korban ghazwul fikri (perang pemahaman) dari kaum Zionis Yahudi umumnya akan mempertanyakan hal-hal seperti,
bagaimana antum bisa memvalidasi “nasehat” itu benar dari lisan Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam ?”
bagaimana kita tahu itu sebuah hadits jika tidak diketahui sanadnya ?”
Pertanyaan mereka pada hakikatnya adalah mempertanyakan dalil terhadap sebuah nasehat.
Mereka yang mempertanyakan dalil terhadap sebuah nasehat merupakan wujud dari terkena hasutan atau ghazwul fikri (perang pemahaman) dari kaum Zionis Yahudi
Salah satu penghasutnya adalah perwira Yahudi Inggris bernama Edward Terrence Lawrence yang dikenal oleh ulama jazirah Arab sebagai Laurens Of Arabian. Laurens menyelidiki dimana letak kekuatan umat Islam dan berkesimpulan bahwa kekuatan umat Islam terletak kepada ketaatan dengan mazhab (bermazhab) dan istiqomah mengikuti tharikat-tharikat tasawuf. Laurens mengupah ulama-ulama yang anti tharikat dan anti mazhab untuk menulis buku buku yang menyerang tharikat dan mazhab. Buku tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan dibiayai oleh pihak orientalis.
Protokol Zionis yang ketujuhbelas
…Kita telah lama menjaga dengan hati-hati upaya mendiskreditkan para ulama non-Yahudi dalam rangka menghancurkan misi mereka, yang pada saat ini dapat secara serius menghalangi misi kita. Pengaruh mereka atas masyarakat mereka berkurang dari hari ke hari. Kebebasan hati nurani yang bebas dari paham agama telah dikumandangkan dimana-mana. Tinggal masalah waktu maka agama-agama itu akan bertumbangan..
Mereka yang terhasut maka mereka tidak lagi mempercayai apa yang disampaikan oleh para ulama yang sholeh yang bersanad ilmu tersambung kepada lisannya Rasulullah, mereka tidak lagi mempercayai apa yang disampaikan oleh para ulama yang sholeh keturunan cucu Rasulullah ,  termasuk tidak lagi mempercayai apa yang disampaikan oleh Imam Mazhab yang empat.
Sehari-hari mereka disibukkan kembali dengan apa yang telah dilakukan dan diselesaikan oleh Imam Mazhab yang empat, padahal mereka tidak berkompetensi sebagai Imam Mujtahid Mutlak
Oleh karena kesibukkan mereka berijtihad dalam perkara syariat akhirnya mereka tidak punya waktu lagi untuk mendalami hadits-hadits tentang akhlak atau tentang ihsan atau tentang tasawuf
Hadits yang wajib diketahui sanadnya adalah hadits yang terkait dengan hukum atau terkait perkara agama atau perkara syariat, syarat sebagai hamba Allah, perkara yang telah diwajibkanNya, wajib dijalankan dan wajib dijauhi meliputi perkara kewajiban yang jika ditinggalkan berdosa, perkara larangan dan pengharaman yang jika dikerjakan/dilanggar berdosa.
Dari Ibnu ‘Abbas r.a. berkata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “di dalam agama itu tidak ada pemahaman berdasarkan akal pikiran, sesungguhnya agama itu dari Tuhan, perintah-Nya dan larangan-Nya.” (Hadits riwayat Ath-Thabarani)
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan beberapa kewajiban (ditinggalkan berdosa), maka jangan kamu sia-siakan dia; dan Allah telah memberikan beberapa larangan (dikerjakan berdosa)), maka jangan kamu langgar dia; dan Allah telah mengharamkan sesuatu (dikerjakan berdosa), maka jangan kamu pertengkarkan dia; dan Allah telah mendiamkan beberapa hal sebagai tanda kasihnya kepada kamu, Dia tidak lupa, maka jangan kamu perbincangkan dia.” (Riwayat Daraquthni, dihasankan oleh an-Nawawi)
Urusan agama atau perkara syariat atau perkara yang diwajibkanNya (wajib dikerjakan dan wajib dijauhi) telah sempurna dan telah disampaikan seluruhnya oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Firman Allah ta’ala yang artinya, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. (Qs. Al Maidah; 3)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Tidak tertinggal sedikitpun yang mendekatkan kamu dari surga dan menjauhkanmu dari neraka melainkan telah dijelaskan bagimu ” (HR Ath Thabraani dalam Al Mu’jamul Kabiir no. 1647)
“mendekatkan dari surga” = perkara kewajiban (ditinggalkan berdosa)
“menjauhkan dari neraka” = perkara larangan dan perkara pengharaman (dikerjakan berdosa)
Justu mereka yang suka melarang-larang perbuatan kaum muslim  atau menyampaikan larangan (sesuatu yang jika dikerjakan/dilanggar berdosa) wajib ditanyakan dalilnya atau sanadnya karena perkara larangan adalah hak Allah ta’ala menetapkannya dan Allah ta’ala tidak lupa.
Firman Allah Azza wa Jalla yang artinya,
Katakanlah! Siapakah yang berani mengharamkan perhiasan Allah yang telah diberikan kepada hamba-hambaNya dan beberapa rezeki yang baik itu? Katakanlah! Tuhanku hanya mengharamkan hal-hal yang tidak baik yang timbul daripadanya dan apa yang tersembunyi dan dosa dan durhaka yang tidak benar dan kamu menyekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak turunkan keterangan padanya dan kamu mengatakan atas (nama) Allah dengan sesuatu yang kamu tidak mengetahui.” (QS al-A’raf: 32-33)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu dan janganlah kamu melampaui batas, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas.” (Qs. al-Mâ’idah [5]: 87).
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung” [QS. An-Nahl : 116].
Dalam hadits Qudsi , Rasulullah bersabda: “Aku ciptakan hamba-hambaKu ini dengan sikap yang lurus, tetapi kemudian datanglah syaitan kepada mereka. Syaitan ini kemudian membelokkan mereka dari agamanya, dan mengharamkan atas mereka sesuatu yang Aku halalkan kepada mereka, serta mempengaruhi supaya mereka mau menyekutukan Aku dengan sesuatu yang Aku tidak turunkan keterangan padanya.” (Riwayat Muslim).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa menghalalkan sesuatu yang haram atau mengharamkan sesuatu yang halal, maka dia telah kafir.”
Allah Azza wa Jalla berfirman yang artinya, “Mereka menjadikan para rahib dan pendeta mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah“. (QS at-Taubah [9]:31 )
Ketika Nabi ditanya terkait dengan ayat ini, “apakah mereka menyembah para rahib dan pendeta sehingga dikatakan menjadikan mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah?”
Nabi menjawab, “tidak”,  “Mereka tidak menyembah para rahib dan pendeta itu, tetapi jika para rahib dan pendeta itu menghalalkan sesuatu bagi mereka, mereka menganggapnya halal, dan jika para rahib dan pendeta itu mengharamkan bagi mereka sesuatu, mereka mengharamkannya
Pada riwayat yang lain disebutkan, Rasulullah bersabda ”mereka (para rahib dan pendeta) itu telah menetapkan haram terhadap sesuatu yang halal, dan menghalalkan sesuatu yang haram, kemudian mereka mengikutinya. Yang demikian itulah penyembahannya kepada mereka.” (Riwayat Tarmizi)
Hadits-hadits tentang akhlak atau tentang ihsan (tasawuf), silahkan didalami atau tidak didalami, silahkan dipedulikan atau tidak dipedulikan sebagaimana hadits qudsi.
Namun bagi yang ingin meneladani akhlak Rasulullah maka sediakanlah waktu untuk menelusuri kembali hadits-hadits tentang nasehat atau tentang akhlak atau tentang ihsan (tasawuf) sebagai sarana untuk memperjalankan diri agar sampai (wushul) kepada Allah ta’ala atau sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. Telusurilah dari ulama-ulama yang telah dekat dengan Allah yakni  ulama-ulama yang sholeh yang bersanad ilmu tersambung kepada lisannya Rasulullah atau melalui ulama-ulama yang sholeh keturunan cucu Rasulullah.
Ingatlah selalu bahwa indikator atau tanda-tanda seorang ulama yang dekat dengan Allah atau ulama yang  telah mentaati Allah dan RasulNya sehingga mendapatkan maqom disisiNya minimal adalah ulama yang sholeh sehingga berkumpul dengan 4 golongan muslim disisiNya yakni para  Nabi (Rasulullah yang utama),  para Shiddiqin, para Syuhada dan muslim yang sholeh.
Firman Allah ta’ala yang artinya “Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya .” (QS An Nisaa [4]: 69 )
Semakin dekat seorang ulama kepada Allah sehingga mereka dapat menjadi kekasihNya (Wali Allah). Maqom Shiddiqin atau maqom kedekatan dengan Allah telah diuraikan dalam tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/09/09/2011/09/28/maqom-wali-allah

Sabtu, 21 Mei 2011

Tips Praktis Untuk Menjadikan Diri Lebih Bahagia (Read 264 times)

1. Berpikir positif
Cara lain untuk memancing umpan balik emosional adalah dengan senantiasa memikirkan hal-hal yang positif. Dengan berfikir positif, orang akan berlaku positif juga. Dan hal ini akan mempengaruhi pada aliran kimiawi tubuh, yang akan membuat serotonim atau hormon pemicu rasa gembira meningkat.
2. Kembangkan daya keterampilan
Orang yang bahagia sering berada dalam alur yang mengalir, menikmati apapun yang mengelilingi dirinya dan menghadapi apapun tantangan yang menghadang dengan reaksi dan sikap tepat.
3. Mengembangkan sisi spritual
Studi-studi yang tidak terhitung menunjukkan bahwa mereka yang religius lebih berbahagia dan bisa mengatasi krisis secara lebih baik. Mungkin karena masyarakat spiritual dapat menyediakan dukungan emosional, dan landasan iman membuat hidup lebih berarti dan lebih fokus.
4. Isi hidup dengan hal-hal yang disukai
Harus ditemukan aktivitas-aktivitas yang bisa membuat kita senang. Kesenangan-kesenangan sederhana itu juga kunci kebahagiaan.
5. Pelihara hubungan baik
Banyak studi yang membuktikan adanya hubungan antara dukungan sosial dan dorongan emosional. Mereka yang memiliki hubungan dekat dengan sesorang atau keluarga, cenderung mampu mengatasi berbagai macam stres kehidupan seperti kemalangan, kehilangan pekerjaan atau terkena penyakit, dengan lebih baik.
6. Memendang jauh ke depan
Jika pada suatu ketika ditimpa kekecewaan atau kesedihan, jangan lalu tenggelam dalam kemuraman. Ingat bahwa dalam waktu 6 bulan sampai satu tahun, Anda pasti akan pulih. Bahkan dari kehilangan yang paling menyedihkan pun kapasitas natural untuk kebahagiaan akan muncul lagi dengan sendirinya.
7. Olah raga
Sebuah kesimpulan daru penelitian baru menunjukkan bahwa latihan aerobik 20-30 menit, (empat kali seminggu) menumbuhkan kesehatan dan energi juga menjadi obat antidepresi ringan serta kecemasan. jika jadwal Anda terlalu ketat, lakukan olahraga sedikit-sedikit saja, seperti 10 menit jalan kaki sebelum makan siang dan 10 menit lagi sesudah makan malam.
8. Banyak tertawa
“Ketika tertawa, tubuh merasa enak karena kita mengambil 6 kali oksigen lebih banyak daripada ketika melakukan percakapan,” kata terapis humor Amerika Dr. John Morrel. Ketawa juga merangsang respons relaksasi, sehingga tekanan darah, detak jantung adan tensi otot semuanya jatuh di bawah normal. Ketawa juga mampu menghilangkan rasa sakit.
SUMBER:
http://www.klipingku.com/2009/07/tips-praktis-untuk-menjadikan-diri-lebih-bahagia/

Senin, 21 Maret 2011

Manfaat Shalat Bagi Manusia

Sumber: www.AnneAhira.com

Shalat atau sholat merupakan rukun Islam yang kedua setelah mengucap dua kalimat syahadat. Salah satu ritual ibadah umat Islam ini diperintahkan oleh Allah Swt. melalui petunjuk dan tuntunan yang diberikan oleh Rasulullah SAW.


Agama Islam memiliki tiang-tiang penyangga yang menjadi sumber kekuatan agar bisa menjadi pedoman manusia dalam hidup di jalan Tuhan yang lurus. Salah satu tiang agama itu ialah sholat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, assholatu immaduddin, sholat adalah tiang agama.


Setelah seorang manusia beriman akan keberadaan Tuhannya, maka kewajiban sholat itu menjadi prioritas utama baginya. Abdullah bin Mas’ud ra. berkata, saya pernah bertanya pada Rasulullah SAW,


“Amalan apakah yang paling dicintai Allah Swt?” Beliau menjawab, ”Shalat". Kemudian saya bertanya lagi, ”Apalagi setelah itu, Ya Rasulullah?” Beliau menjawab, ”Berbakti kepada kedua orangtua.” Saya bertanya lagi, ”Apalagi setelah itu?” Beliau menjawab, ”Jihad”.


Begitu tingginya kedudukan sholat sehingga ibadah ini menjadi amalan pertama yang akan dihisab di akhirat nanti.


Manfaat Shalat


Sholat memiliki arti ‘doa’. Ini adalah jembatan vertikal yang menghubungkan manusia dengan Allah Swt. Secara istilah, sholat adalah ibadah yang terdiri atas beberapa ucapan atau doa dan gerakan yang sudah ditentukan aturannya yang dimulai dari takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.


Manfaat sholat bagi manusia dapat dilihat dari berbagai aspek. Di antaranya



  • Aspek rohani; orang yang mengerjakan sholat akan mendapatkan ketenangan jiwa seperti janji Allah Swt. Tentu saja dengan kualitas sholat yang khusyuk, yaitu menghadirkan hati dalam sholat, konsentrasi, keseriusan, dan kedisiplinan dalam mendirikannya.



  • Aspek sosial; orang yang melakukan sholat akan terhindar dari perbuatan keji dan munkar. Ia akan bertindak santun terhadap tetangga dan lingkungannya. Selain itu, sholat berjamaah juga akan mempererat hubungan silaturahim antara sesama manusia dan kokohnya persatuan umat.



  • Aspek medis; sholat dapat mencegah kita dari terjangkitnya penyakit. Ritual khusus yang kita lakukan sebelum sholat adalah berwudhu. Dalam sehari kita berwudhu untuk sholat sebanyak lima kali. Pada saat itu pula kuman dan bakteri yang menempel di tubuh kita terlepas. Tidak hanya itu, gerakan sholat juga mendatangkan manfaat tersendiri.


Manfaat-manfaat gerakan sholat:



  • Takbiratul ihram, dapat melancarkan aliran darah, getah bening atau limfa, dan kekuatan otot lengan.



  • Ruku', menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf.



  • I’tidal atau berdiri setelah ruku’, latihan bagi organ pencernaan.



  • Sujud, mempengaruhi daya berpikir seseorang, saat sujud aliran getah bening dipompa ke bagian leher, ketiak dan posisi jantung berada di atas otak sehingga darah yang kaya oksigen mengalir secara maksimal ke otak.



  • Iftirosy atau duduk saat tahiyat awal dan akhir, menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Sedangkan pada pria, ini bisa membantu mencegah impotensi.



  • Salam, sebagai relaksasi otot sekitar leher dan kepala untuk menyempurnakan aliran darah di kepala yang sering menimbulkan sakit kepala dan juga menjaga kekencangan kulit.

Sang Pencerah dalam Penentuan Arah Kiblat

Sumber: www.AnneAhira.com

Arah kiblat yang bergeser sempat menjadi wacana hangat yang bergulir di tengah masyarakat. Beberapa waktu lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa mengenai penentuan arah kiblat yang mengalami pergeseran dari barat ke barat laut.


Jika ditilik dari peta, arah barat ini menuju Afrika. Langsung muncul pertanyaan, apakah sholat umat terdahulu tetap dianggap sah atau tidak?


Secara cepat, MUI merespon bahwa itu tidak berlaku surut. Jadi, salat umat terhadulu tetap sah. Namun, kritik pun tak luput berdatangan. MUI terlalu dianggap formalistik karena sesungguhnya arah kiblat terdahulu pun masih bisa digunakan.


Ketika terjadi polemik tersebut, keluarlah film Sang Pencerah besutan sutradara berbakat Hanung Bramantyo. Hanung menggambarkan perjalanan Kiai Ahmad Dahlan dalam mensyiarkan agama Islam.


Lika-liku itu terekam secara runut dan menarik. Namun, satu dari sekian pesan yang relevan ialah penentuan arah kiblat. Ketika itu, Ahmad Dahlan berani mendobrak kekuatan kiai sepuh dengan mengemukakan pendapat untuk mengubah arah kiblat ke barat laut.


Pandangannya sungguh visoner (jauh ke depan). Ahmad Dahlan meyakinkan kiai sepuh dengan membawa kompas dan peta. Jauh sebelum MUI merilis fatwa terbarunya, Dahlan jauh-jauh hari telah melakukannya.


Pesan Moral


Berikut ini merupakan pesan moral yang terkandung dalam Sang Pencerah terkait penentuan arah kiblat.



  • Keterbatasan. Dahlan lahir dan besar bukan di era blackbery atau teknologi meraja, melainkan zaman yang penuh klenik dan mistis. Namun, itu tidak menghalangi niatnya. Dengan berbekal peta dan kompas, Dahlan berhasil menentukan arah kiblat.

  • Polemik. Pada awalnya, niat Dahlan ini ditentang banyak kiai sepuh dan warga sekitar. Namun, berkat keteguhan dan ketekunannya, Dahlan sedikit demi sedikit menggaet warga yang mau menjalankan anjurannya.

  • Visioner. Melampui masa. Berpikir ke depan. Itulah karakteristik unik Ahmad Dahlan. Pikirannya melampui zamannya.


Sikap Kita


Bagaimana seharusnya kita bersikap terkait penentuan arah kiblat ini?



  1. Mengubah arah. Beberapa mesjid sekarang telah mengubah arahnya ke barat laut. Mengikuti anjuran MUI. Yang penting diingat, perubahan arah ini tidak harus mengubah mesjid. Apalagi, merombaknya.

  2. Teknologi. Sekarang ini, telah banyak software canggih yang bisa mendeteksi ke mana arah kiblat seharusnya. Teknologi ini sangat membantu untuk mendapatkan presisi (keakuratan) sekaligus efektif.

  3. Berusaha melaksanakan. Kalau ada yang lebih baik kenapa harus memilih yang baik. Good is not good enough, begitu kata pepatah asing. Jika bisa mengusahakan agar penentuan arah kiblat ini sejajar dengan barat laut, paling tidak, mendekati.

Memahami Makna Sholat

Sumber: www.AnneAhira.com

Memahami makna sholat sangatlah penting dalam islam karena ibadah sholat merupakan suatu kewajiban yang mesti harus dikerjakan atau wajib. Sholat merupakan salah satu rukun islam yang amat sangat penting setelah bertauhid. Karena itu, Allah Swt memerintahkan hamba-Nya untuk mendirikan, menjaga begitu juga memeliharanya. Maka dari itu, apabila ibadah sholat itu baik, maka baik pahala seluruh amal perbuatannya. Pemahaman akan makna sholat inilah yang wajib dipahami setiap muslim.


Secara bahasa, sholat artinya “berdoa”, sedangkan menurut istilah sholat diartikan sebagai “suatu perbuatan serta perkataan yang dimulai dengan Takbiratul Ihram dan diakhiri dengan membaca salam dan mengikuti persyaratan yang telah ditentukan sebagai seorang muslim yang patuh dan taat terhadap perintah Tuhannya.”


Oleh karena itu, setiap muslim diharuskan melaksanakan perintah Tuhannya tersebut. Yaitu, mengerjakan sholat fardu yang dikerjakan lima waktu dalam sehari terutama bagi yang sudah baligh atau dewasa. Karena hukum sholat fardhu itu wajib , artinya bila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan mendapat siksa berdosa, karena kita tahu bahwa tujuan sholat itu adalah dapat mencegah perbuatan keji dan munkar. 


Agar sholat kita diterima Allah Swt, maka seorang muslim dalam melakukan sholat haruslah ikhlas dan tidak merasa dipaksa. Artinya, ibadah sholat yang kita lakukan semata hanya untuk Allah Swt dan harus mengikuti seperti yang diajarkan Rasulullah Saw.



Syarat wajib sholat 



  1. Islam

  2. Suci dari haid (kotoran), dan nifas

  3. Berakal

  4. Baligh

  5. Telah sampai kepadanya

  6. Melihat dan mendengar

  7. Sadar atau terjaga



Syarat sah sholat



  1. Suci dari hadas kecil dan besar

  2. Suci badan, pakaian dan tempat dari najis

  3. Menutup aurat

  4. Mengetahui masuknya waktu shalat

  5. Menghadap kiblat



Rukun-rukun sholat



  1. Niat,

  2. Berdiri bagi yang kuasa

  3. Takbiratul ihram

  4. Membaca surat Al-Fatihah

  5. Ruku serta tuma ninas (diam sebentar)

  6. I’tidal serta tuma ninas

  7. Sujud dua kali serta tuma ninas

  8. Duduk diantara dua sujud serta tuma ninas

  9. Duduk akhir menbaca tasyahud akhir

  10. Membaca salawat atas nabi Muhammad Saw

  11. Memberi salam yang pertama (ke kenan)

  12. Menertibkan rukun (harus berurutan)



Hal-hal yang dapat membatalkan shalat
  



  1. Meninggalkan salah satu rukun,

  2. Sengaja berbicara,

  3. Nampak bergerak (makan serta minum),

  4. Agar ibadah shalat kita sempurna dan di terima.


Ibadah sholat merupakan salah satu sarana berkomunikasi langsung dengan Allah Swt. Karenanya, jika ingin sholat kita diterima Allah Swt, maka perlu rasanya memahami makna sholat dengan sebenarnya.

Selasa, 15 Maret 2011

10 Fakta di Balik Gempa dan Tsunami Jepang

Tuesday, 15 March 2011 06:22
Gempa dengan kekuatan 9,0 Skala Richter mengguncang Jepang, Jumat 11 Maret 2011. Lindu itu memicu tsunami yang memporak-porandakan pesisir timur negara itu, bahkan  memicu ledakan di instalasi nuklir. Sebuah pukulan besar bagi Jepang yang dikenal negeri paling siap menghadapi gempa dan tsunami di muka bumi ini.

Sejumlah fakta di balik gempa dan tsunami Jepang menimbulkan kehebohan di dunia maya. Berikut sejumlah fakta dan prediksi yang muncul tersebut.

1. Beberapa orang menghubung-hubungkan musibah di Jepang dengan fenomena supermoon yang akan terjadi pada Sabtu 19 Maret 2011 mendatang.

2. Sebanyak 2.000 mayat ditemukan bergelimpangan di Prefektur Miyagi, lokasi terdekat dengan pusat gempa. Puluhan ribu orang lagi di wilayah ini masih belum ditemukan.

3. Ahli geofisika NASA, Richard Gross menjelaskan bumi tidak lagi berputar selama 24 jam atau 86.400 detik. Setelah gempa terjadi di Sendai, rotasi bumi telah berkurang sebanyak 1,6 mikrodetik.

4. Menurut US Geological Survey (USGS), gempa dahsyat di Jepang merobek dasar laut Jepang dengan panjang 219 km dan lebar 129 kilometer ke pesisir selatan Jepang.

5. Poros Bumi juga dilaporkan bergeser 25 sentimeter akibat gempa dahsyat itu.

6. Selain waktu yang berkurang, ini juga berarti putaran bumi semakin cepat, bertambah 1.064 kilometer per jam.

7. Tinggi permukaan tanah di Ishinomaki, Miyagi amblas hingga 70 cm. Tidak hanya di wilayah tersebut, penurunan tanah juga terjadi di beberapa wilayah terkena gempa.

8. Gunung Shinmoedake (1.421 meter ) di Perfektur Kagoshima, Pulau Kyushu, meletus dan memuntahkan abu vulkanik dan bebatuan pada Senin (14/3).

9. Gempa dan tsunami ini sudah diketahui Pemerintah Jepang jauh-jauh hari sejak tahun lalu.

10. Total energi yang dilepaskan gempa ini setara dengan ledakan 6,7 triliun ton bom TNT, atau sekitar seribu kali kekuatan seluruh senjata nuklir di dunia.

(ARI JULIANTO)
http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=57000:10-fakta-di-balik-gempa-dan-tsunami-jepang-&catid=30:dunia&Itemid=55

Meniti hari mencari cinta

Epilog


Semalam hidayahNya pernah menyentuh hatiku. Hingga saat itu tiada lagi air mata yang hendak ditangisi. Getaran dihati hingga menggegarkan seluruh jasad. Membuat langkah penuh himmah. Madah penuh hikmah.

Tapi sungai itu tak selalunya tenang. Saat ini aku diuji. Rintangan yang membuatkan aku jatuh tersungkur. Namun, Perlahan aku mendongak kembali ke langit. Air mataku masih mengalir deras. Longlai seluruh tubuh. Tiada lagi kekuatan yang tinggal. Yang ada hanyalah setitis harapan. Diberi kesudahan yang baik dan pengampunan dari Yang Maha Mengetahui. Dan dengan sedikit kekuatan yang ada. Aku tempuh hari demi hari yang mendatang.

Dan catatan ini adalah sebahagian dari tulisan perjalanan seorang gadis mencari cinta sejati.

Rindu tenangnya semalam

Jauh ku merenung ke langit ilahi. Mengenang indahnya semalam. Tidak semena-mena air jernih membasahi pipi. Ya Allah, sudah jauh aku meninggalkan tenangnya semalam. Iphone milikku pula tidak berhenti berbunyi. Mesej dan panggilan dari akhwat-akhwat tersayang sengaja aku biar tanpa balasan. Aku buntu masa buat ku denganNya. Harap-harap mereka mengerti. Dan aku terus merenung ke langit.

Sekali lagi telefonku berbunyi.
Untuk mengelakkan mereka risau panggilan itu ku terima.

"Assalamualaikum nur!"

"Waalaikumsalam akak. Akak apa khabar?"
Jawabku berbasa basi.

Dan perbualan ku teruskan seperti biasa. Gurau senda ku tetap begitu. Cuma mungkin bunyinya sedikit hambar dari biasa.

Aku pingin jadi mentari yang terus menyinar. Biarlah mentari itu menyinar tanpa siapa tahu gelora didalamnya. Kerna semua gelora itu adalah rahsia antara aku dengan Yang Esa. Kerna Dia Maha Mengetahui tanpa ku menzahirkan segalanya.

Menanti cahaya

Ada kalanya ku rebah dalam menanti cahaya. Cahaya itu seolah-olah tidak kunjung tiba. Sebenarnya aku lupa menggerakkan langkah kaki ini menuju cahaya itu. Pengharapan itu takkan sempurna selagi kaki tidak melangkah. Makanya ku katakan pada diriku,


Nur,
Ayunkan langkah kakimu
Teguhkan tumuhatmu


"... Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya. dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Allah."

Ar Ra'd,13:11

"Dan apa sahaja musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebahagian besar dari kesalahanmu."

Asy Syuura,42:30

Di saat itu aku menadah tangan ke langit ilahi.

"Allah..
Hamba redha atas apa yang telah berlaku. Hamba redha jika begini tulisan hidup hamba. Namun hamba pohon Ya Rabb, ampunkanlah hamba. Berikan hamba kesempatan untuk menunaikan janji-janji hamba pada Mu. Lembutkanlah hati hamba ya Allah. Tunjukkan hamba jalan kembali. Hanya pada Mu hamba meminta. Sungguh hanya Engkau yang Maha Mengetahui, yang memegang seisi langit  dan bumi dan yang berada di antaranya. Hamba pohon dengan sangat Allah. Ampunilah hamba."

Dalam sendu itu segera kucapai ipod milikku. Sejurus butang play itu ku pasang, lagu "Jika terakhir buatku" nyanyian kumpulan Saujana itu berkumandang. 

Setiap bait-bait liriknya menusuk ke  kalbuku. Subhanallah. Betapa cantiknya susunan Allah itu.
"Cahaya itu takkan datang pada hati yang tidak mencarinya. Makanya jangan berhenti sayang."

Dengan izin Allah, hati ini masih dahagakan kebenaran. Alhamdulillah..

".. Barang siapa yang menghendaki kebaikan bagi dirinyatentu dia mengambil jalan menuju Tuhannya. Tetapi kamu tidak mampu menempuhi jalan itu kecuali apabila dikehendaki Allah.Sungguh Allah Maha Mengetahui Maha Bijaksana. Dia memasukkan siapa pun yang Dia kehendaki ke dalam rahmatNya. Adapun bagi orang yang zalim disediakanNya azab yang pedih."

Al-Insan, 76:29~30

Hikmah sebuah pertemuan

Setelah sekian lama kami tidak bersua, akhirnya hari itu Allah telah mengatur pertemuan antara kami semua. Pertemuan yang hambar bagiku. Bukan kerana kasih itu sudah tiada buat mereka. Dan bukan juga kerana aku tak sayang. Cuma aku buntu waktu. Waktu buatku menilai kembali hitamnya semalam agar aku dapat bangkit membina esok yang ceria. 

Tapi sungguh Allah lebih mengetahui apa yang terbaik. Dan disepanjang pertemuan itu sedayaku aku cuba mnegukirkan sekilas senyuman. Walau aku sedar hambarnya dapat dihidu sebahagian antara mereka, tetapi aku tetap diam membisu. Kerna aku kira itu yang terbaik saat itu. Andai aku bersuara, sudah pasti air mata itu akan berjujuran lagi. Aku tak mahu sesiapa risau akan keadaanku. Makanya aku tetap diam. 

Pertanyaan demi pertanyaan datang menerpa. Semuanya ku balas dengan senyuman. Dengan harapan senyuman itu sedikit sebanya dapat meredakan kebimbangan di hati mereka. 

"kakak, maafkan saya...."

Bisik hati kecilku.

Bila saat perpisahan tiba, aku dapat merasai dakapan erat mereka yang aku rindui. Hampir saja getaran di dalam hati itu mengalirkan titis jernih dimata. Cepat air mata itu aku seka. Sengaja tak mahu aku tonjolkan kesedihan itu pada sesiapa. Biarlah hanya hati ini yang menangis sendiri. Dakapan erat mereka x mampu ku balas. Sekali lagi hati kecilku berbisik. 

"kakak, maafkan saya...."

Melihat himmah sahabat lain yang membara mendukung perjalanan dakwah di sini. Sungguh aku cemburu. Namun aku redha dengan ketentuanNya. Kerna aku percaya dan aku pasti pasti ada hikmah disebalik yang terjadi. Dan aku masih mencari dimana hikmahnya. 

Ternyata aturan Allah itu adalah yang terbaik. Walau hambarnya pertemuan yang aku rasai, tetapi ada semangat mereka yang sempat aku curi dan ku bawa pulang. Agar aku dapat terus meneruskan perjalananku mencari cinta, dan mengharap maghfirah dari Murabbi Teragung.

"..... Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia tidak baik bagimu. Allah Maha mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."

Al-baqarah,2:216

Mencari hati yang hilang

Hari demi hari terus berlalu dalam kegelapan. Namun sedikit demi sedikit cahaya itu semakin bersinar. Hampir saban malam aku teresak-esak menangisi semalam. Bukan tidak redha dengan apa yang telah berlaku cuma menyesali kelalaian diri sendiri. Tidur bersama linangan air mata dosa silam, tenggelam dalam mimpi mencari cinta Sang Pencipta, dan bangun dengan seribu pengharapan agar ditemukan kembali sumbu pembakar semangat bagi menemani disepanjang liku perjalanan masa hadapan. 

Semakin aku melangkah dalam kegelapan itu, tiba-tiba aku berjumpa kembali satu hati yang membawa dua cahaya cinta yang terang-benderang. Satu cinta yang aku cari dalam setiap jagaku dari tidur, dan satu lagi cinta tulus yang datang dari sanubari sang pemberi. Pemberian itu ku sambut dengan gembiranya. Menerima cinta dari murabbi yang membawa kepada cinta yang kekal abadi. 

Esok sudah tidak lagi sunyi. Kerna cahaya itu cukup terang menerangi jalan yang dulunya gelita. Sumbu semangat sudah mula menyala. Namun aku masih berharap yang sumbu itu akan terus menyala dan membara. Kerna aku khuatir andai sumbu itu terpadam, mungkinkah ia akan menyala lagi seperti sebelumnya. Segera ku memujuk diriku dengan husnuzon. Aku percaya Allah akan memberikan aku jalan selagi mana hati ini ikhlas mencari cintaNya. Persoalannya ikhlas aku dalam menuju jalan itu. 

Segera mata itu aku pejamkan. Perlahan-lahan aku menarik nafas. Didalam hati aku beristighfar panjang.

"Nur, renungkan kembali niat asalmu sayang. Ikhlaskan hatimu. Katakan hidupmu matimu hanya untuk Allah!!"

Aku mendongak ke langit. Melihat indahnya langit ciptaan Tuhan. Biru luas terbentang. Entah bagaimana kebiruan itu merawat hati ini yang rawan. Subhanallah. Sehingga saat ini kasih Allah itu tidak pernah putus buatku. Aku masih bernafas. Dan masih diberi ruang untuk bertaubat, makanya kenapa perlu aku gundah. Campakkan saja segala kegundahan itu. Serahkan seluruhnya pada Yang Esa. Kerna Dia yang Maha Tahu.

"Bahkan sesiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah (mematuhi perintahNya) sedang ia pula berusaha supaya baik amalannya, maka ia akan beroleh pahalanya di sisi Tuhannya dan tidaklah ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita."

Al-Baqarah,2:112
 
Lantas aku bangun, dan meneruskan langkahku. Berbekalkan semangat dan cinta yang baru.

Sinaran cinta

Pagi ini saat mataku buka, sinarnya ternyata berbeza. Hati ini semakin tenang meniti hari. Sungguh pon hakikatnya terlalu banyak masalah yang masih membelenggu diri ini. Tetapi aku mampu untuk memisahkan diri ini dari dunia buat seketika. Tenang dalam sujudku padaNya. Selesai sahaja salam, perlahan mata ku pejamkan. Mengasingkan diri dari dunia. Mengembara dalam dunia yang ku cipta sendiri. Terasa mahu selamanya dalam duniaku sendiri. 

Namun hakikatnya aku masih berpijak dibumi nyata. Yang mana disini masih berbakul-bakul amanah yang perlu ku pikul. Makanya mata itu kemballi ku buka. Satu per satu setiap tugasan itu aku susunkan. Aku harus bisa mengatur hidupku. Kerna seorang daie itu harus bisa mengatur setiap urusannya. Agar tiada langkah yang sumbang dimana-mana. 

Meskipon aku merasai kesibukan hari-hari, namun cahaya cinta itu buat aku tambah ceria. Sungguh aku tidak pernah menduga akan dihadiahi cinta ini dari seorang murabbi. 

"Terima kasih kakak!"

Sesungguhnya susunan Allah itu Maha sempurna. Disaat aku terkapai-kapai meninggalkan cinta, Allah menghadiahkan aku dengan satu cinta yang sangat sempurna. Cinta yang mendorong hati ini sentiasa mengingati Mu. Cinta yang membawa hati ini kepada Mu. Dan apa yang mampu ku katakan kini hanyalah, alhamdulillah. Aku bersyukur atas cinta ini. Dan aku akan terus berlari mengejar cinta ulung yang Maha Menyintai.

Cinta

Pernah aku ditanya apa itu cinta buatku. Dan apa yang aku harapkan dari cinta itu. Dan jawabku apa yang ku harap dari Cinta adalah maghfirah. Sebuah pengampunan. Diampunkan masa laluku. Kerna waktu itu terlalu pahit untuk aku telan, terlalu berat untuk aku pikul. Makanya aku mengharap cinta bisa buat aku bahagia. Sungguh aku tak tahu bagaimana untuk aku tahu sama ada dosa-dosa itu telah diampun atau sebaliknya. Dan untuk ku, aku redha dengan tulisan hidupku. Kerna gelap itu aku kenal cahaya. Kerna waktu itu aku disini hari ini, dan dengan itu aku masih teguh berdiri. Melihat hikmah semalam aku jadi kuat. Walau kadang kala aku malu untuk menghadap Dia dalam sujudku. Malu untuk mengangkat telunjuk janjiku. Malu untuk seiring dengan mereka dijalan ini.

Tapi lekas aku pujuk diriku, kerna aku tahu kalau bukan pada Dia pada siapa lagi harus ku adu resah yang bersarang dihati. Kalau bukan jalan ini jalan mana lagi yang mahu aku tempuhi. Kerna ini jalanku. Jalan yang aku pilih. Dan aku yakin dengan apa yang aku percaya.

Perjalanan cintaku panjang. Dipenuhi duri, dibanjiri air mata. Makanya tak mahu ku persiakan langkah ini. Hingga aku berdiri saat ini disini, sudah terlalu banyak tarbiyah dari Allah untukku. Aku kembali berbisik pada diriku,

"Nur, kamu harus kuat!"

Ya aku harus kuat. Harus terus tabah dalam menempuh jalan cinta ini. Kerna aku pasti selain onak dan duri, jalan ini juga menyajikan manisnya buah ukhuwah. Ukhuwah yang dipayungi lembayung cinta. Diulit tenangnya angin. Dibalut kehangatan kebersamaan dalam satu ikatan aqidah. Dan bersama mereka aku kuat.

Dan jika ditanya bagiku apa itu cinta,
"Cinta bagiku ibarat cahaya
Yang menyuluh tatkala aku meraba dalam gelap
Yang menyinar tatkala aku disapa duka
Cinta yang sentiasa memujuk ku dengan Ayat-Ayat CintaMu

Cinta bagiku umpama semilir pagi
Yang manyapa penuh lembut
Mambawa ketenangan hingga malam menjelma
Hembusan semilir pagi
Sejuknya menyegarkan

Cinta bagiku terlalu indah
Hingga walaupun sakit aku bahagia

Makanya biarkan aku terus mencari cintaku
Meskipon sakit biarkan kesakitan itu sampai kebal dariku
Meskipon menuntut pengorbanan biar aku berkorban sampai terkorban

Kerna percaya aku pada janjiNya
Cukuplah Allah bagiku
Akan Dia hiasi jalan cintaku dengan bintang hatiku"
Khatimah Cinta


Setelah semalam aku lalui, Allah hadiahkan aku dengan sesuatu yang sangat berharga. Allah hadiahkan aku dengan bintang-bintang yang menghiasi langit cintaku. Dengan mereka jalan ini terasa sangat indah. 

Bersama mereka aku meniti hari meneruskan pengembaraan dalam mencari cinta. Perjalanan itu takkan tamat disini kerna rencana Allah itu pasti telah tersusun indah. Cumanya cukuplah sampai disini dicoretkan perjalanan cinta ini. Bukan bermakna perjalanan ini sudah terhenti, kerna kini aku punya mimpi. Dan dengan mimpi itu aku meneruskan melangkah. Aku punya impian dan dengan impian itu aku bina hari esok. Bermula dengan mimpi aku terus meniti hari, mencari dan menanti menuju obsesi yang pasti.

Kerna ku percaya akulah yusuf yang bisa mentafsir mimpiku menjadi realiti!

Kecintaan pada Allah itu terwujud pada seorang hamba yg meninggalkan hawa nafsu, ia berhubungan dgn zikir pada Tuhannya, ia memandang Allah dgn hatinya. Apabila ia berbicara, maka ia berbicara dgn Allah. Apabila ia berbincang, ia berbincang tentang Allah. Apabila ia bergerak, maka ia bergerak kerana perintah Allah. Apabila ia diam, maka ia diam bersama Allah. Jadi, dia DENGAN ALLAH, UNTUK ALLAH dan BERSAMA ALLAH.”

-al-Junaid al-Baghdadi-

Ibnu Abbas berkata, "Ketika aku masih kecil, Nabi S.A.W. berkata padaku, "Wahai ghulam, aku akan mengajarkan padamu beberapa kata: Jagalah Allah, maka dia akn menjagamu; jagalah Allah, maka kau akan dapatkan Dia dihadapanmu; jika kau meminta,mintalah kepada Allah; jika kau minta pertolongan, mintalah pertolongan pada Allah.Ketahuilah sekiranya satu ummat berkumpul ingin memberi manfaat, mereka tidak akan memberi manfaat kecuali telah Allah tulis untukmu. Demikian pula sekiranya mereka berkumpul ingin mencelakakanmu, mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali dengan apa yang telah Allah tulis untukmu. Pena telah terangkat dan kertas telah kering."

HR. At-Turmudzi dan Imam Ahmad
"Ya Allah berilah aku cintaMu, dan cinta orang yang cintanya memberi kebaikan padaku disisiMu. Ya Allah, apa yang Kau berikan padaku dan aku senangi, maka jadikanlah itu kekuatan bagiku untuk melakukan apa yang Kau sukai. Ya Allah apa yang kau jauhkan dariku dari apa yang aku senangi, maka jadikanlah itu kelapangan dari apa yang Kau sukai."

Kerna cukuplah bagiku ALLAH

Allah redhakanlah perjalanan ku dalam mencari cintaMu

Sabtu, 12 Maret 2011

Manfaat jilbab itu apa dari sisi negatif dan positif??

Kalo menurut saya ada 2:

1.positf dulu deh biar muslim senang :finga: :finga:
- Biar cwek2 muslim ngk dicolek laki2 muslim ( waduh berarti laki2 muslim pada cabul dong suka colek2 :shock: )
- Melindungi cwek2 dari debu padang pasir ( ini kan cuman cocoknya diarab sono :shock: )
- Mengangkat derajat wanita dengan menampilkan perbedaan gender dengan laki2 ( bukannya ini memperlihatkan sesuatu yang mencolok akan perbedaan :shock: )
- Memperingatkan laki2 bahwa ini cwek baik2 ( jadi cwek yang ngk pake jilbab itu ngk bener dong abis cuman pake jilbab aja yang baik2 :shock: )
- menutupi kekurangan dalam dirinya ( kalo make jilbab itukan bentuknya fisik jadi kekurangan yang ditutupi mungkin dalam bentuk fisik dong :shock: )


2. Negatifnya nih biar muslim mikir lebih dalam ( abis muslim suka bilangin org lain otaknya dangkal :rolling: )
- Jika semua cwek pake jilbab apalagi yang make cadar buat ngenalinnya gimana ?? ( bukannya Tuhan itu menciptakan identitas diri dalam tiap2 manusia kok disamain semua gara2 aturan manusia #-o #-o )
- Menghindari hutang dgn menggunakan jilbab bercadar sehingga penagih hutang tidak mengenalinya dan tidak berani menyentuhnya ( ini termasuk positif sih sebenarnya tapi kasian sih penagih utangnya :rolling: )
- Kalo mau jihad dgn cara praktis pake jilbab aja dijamin ngk ada org tau abis semuanya tertutupi ( ini juga manfaat sih tapi kasian korban2nya #-o #-o )


Ternyata manfaat jilbab sungguh byk yah........... =D> =D>

Jika ada manfaat lain monggo diisi di sini :finga: :finga:
http://indonesia.faithfreedom.org/forum/manfaat-jilbab-itu-apa-dari-sisi-negatif-dan-positif-t31585/

Senin, 07 Maret 2011

Mengapa Harus Berjilbab??

Apa itu Jilbab? dan Mengapa?

akni pakaian yang dapat menutup aurat seorang muslimah. Yang mana saya kira semua sudah tahu, yakni mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki kecuali wajah dan telapak tangan. Dengan begitu jelas, kita sebagai umat muslim harus menutup aurat entah dengan apa caranya. Tapi mengapa hanya sedikit di antara kita yang sadar bahwa mengenakan jilbab untuk menutup aurat itu hukumnya WAJIB! Allah telah memerintahkan kepada kita dalam QS. An Nuur: 31, yang artinya:
Katakanlah kepada wanita yang beriman:
“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya..." Tujuan dari jilbab sendiri adalah menutupi perhiasan wanita. Jadi suatu presepsi yang salah besar, para kaum wanita, dengan disadari ia adalah seorang muslimah mengenakan pakaiannya sebagai perhiasan.
Saling menonjolkan kemewahan, berbangga-bangga dengan pakaian yang ia kenakan.
Mengapa harus berjilbab?

·         Suatu perintah dari Allah dan Rasul-Nya
·         Sebagai bukti taat seorang muslimah kepada Allah dan rasul
·         Lambang rasa malu untuk mengumbar nafsu. Sesungguhnya Alklah Maha Pemalu dan menyukai rasa malu. Dan Allah Maha Tertutup dan mencintai seorang hamba yang menutup aurat.
·         Jilbab suatu kehormatan. Allah saja menghormati perhiasan kita dengan memerintahkan untuk menutup aurat, baik ketika hidupmaupun mati. Mengapa kita tidak?
·         Seorang muslimah berjilbab akan terlindungi gdari gangguan-gangguan orang fasik
·         Lambang kesucian. Baik bagi yang mengenakan maupun yang melihatnya.

Jilbab bukanlah sekedar kain usam yang menutupi indahanya mahkota wanita. Bukan juga alat penghalang kecantikan seorang wanita. Tapi, jilbab adalah suatu kemulyaan Allah yang diberikan kepada kita untuk membentangkan jalan menuju Ridlo-Nya.
Ingatlah, selama kita mengenkan jilbab, kita terhitung:

·         Mendapat pahala karena mau mendengar dan taat pada perintah Allah dan Rasul
·         Beribadah dengan mendekatakan diri pada Allah
·         Allah menyukai jilbab, dan semoga kita menjadi hamba yang disukai-Nya
·         Pahala sabar dalam menaati Allah, meninggalkan maksiat, menghadapi ejekan-ejekan, bahkan sabar atas panasnya cuaca.
·         Pahala membela agama Allah
·         Pahala meneladani wanita-wanita shalihah dan menyerupakan diri seperti mereka.
·         Pahala menjaga kesucian diri


Manfaat Berjilbab ....

Buat temen2 muslimah kayaknya kudu baca nih…

1.       Rambut Muslimah yang erjilbab terlindung dari sengatan panas matahari dan terlindung dari debu serta polusi, sehingga ketika jilbabnya dibuka, rambutnya tampak selalu bersinar. Rambut indahnya hanya diperlihatkan untuk orang-orang yang berhak melihatnya.
2.       Terjaga dari pandangan pria nakal. Muslimah yang berjilbab tidak mengumbar tubuhnya, kecuali muka dan telapak tangan. Oleh karena itu, pria pun terbatas memandangnya.
3.       Pria segan menggoda apalagi melecehkan. Biasanya, pria segan mendekati apalagi menggoda wanita berjilbab, kecuali kalau peluang itu diciptakan oleh wanita itu sendiri.
4.       Termotivasi untuk terus menuntut ilmu dan mengamalkannya. Muslimah yang berjilbab merasa dirinya menjadi alat ukur kebaikan dan kesuksesan. Tuntutan ini sangat bagus karena memacu dirinya untuk senantiasa berlomba meraih prestasi, kebaikan, dan sekuat mungkin menghindari kesalahan-kesalahan yang dapat mencemarkan nama baik Islam oleh perbuatan dosa dan tercela.
5.       Terjaga kehormatannya. Wanita berjilbab akan selalu menjaga kehormatannya seiring dengan ilmu yang dimilikinya karena mereka mengetahui dan dapat membedakan perilaku yang harus dilakukan dengan perilaku yang harus dihindari. Wanita berjilbab dan berilmu merasa selalu diawasi Allah dari segala kemaksiatan.
Terjaga dari polusi. Berjilbab berarti menutup aurat. Kain penutup yang menutupi bagian tubuh wanita menghalangi kotoran dan polusi udara.   
www.mardhauniq.com